PERANCANGAN BARU INTERIOR ISLAMIC CENTRE DI SAMBAS DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS

Penulis

Abstrak

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kearifan lokal dan kekayaan budaya yang beragam. Salah satunya adalah budaya Melayu di daerah Sambas. Dengan mayoritas penduduk muslim (579.114 jiwa), Sambas membutuhkan fasilitas publik seperti Islamic Centre sebagai pusat pembinaan, pengembangan, dan penyebaran dakwah Islam. Melalui pendekatan lokalitas, perancangan ini bertujuan untuk menciptakan interior yang mampu mengakomodasi beragam kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya dengan merepresentasikan identitas lokal Sambas. Metode perancangan meliputi studi lapangan (observasi dan wawancara dengan pengurus Islamic Centre), studi banding, serta studi literatur. Tema dari perancangan ini adalah "Reflecting the Beauty of Sambas Culture" dan memiliki konsep "Cultural Harmony." Hasil perancangan menerapkan elemen visual budaya lokal, seperti palet warna, bentuk arsitektur daerah, pemilihan material, dan aplikasi ornamen pada interior. Kata kunci: Islamic Centre, Lokalitas, Melayu, Sambas

Referensi

Andrianawati, A., & Lestari, N. L. (2019). Acculturation of Chinese and Islamic Culture at the Interior of the Ronghe Mosque. 6th Bandung Creative Movementٌ…,ٌ2019(6),ٌ2–6.

Astuti, D. D. K., & Putrijanti, A. (2023). Urgensi Pendaftaran Hak Cipta Seni

Motif Tenun Sambas Sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Notarius, 16(1), –484. https://doi.org/10.14710/nts.v16i1.40879

Chen-Wishart, M. (2014). 理解数字信号处理第三版 Third Edition. Vascular, January 2010, 1–2. http://apps.who.int/bookorders.

Dhewangga Priatmojo, & Sartini. (2024). Unsur-Unsur Totemik Pada Patung

Loro Blonyo. Jurnal Budaya Nusantara, 6(3), 353–364. https://doi.org/10.36456/jbn.vol6.no3.8423

Dian Candra Putra. (2015). Islamic Centre Kabupaten Sambas. Jurnal Online

Mahasiswa Arsitektur Universitas Tanjungpura, 3(September 2015), 223–237.

Framayudha, A., Tyas, W. I., & Sihombing, R. P. (2022). Penerapan Arsitektur Neo Vernakular pada Perancangan Islamic Centre di Sambas, Kalimantan Barat. Fad, 2(2).

Hijriah, A., Purwiati, H., & Winarti, E. (2017). Mengenal Kabupaten Sambas.

Balai Bahasa Kalimantan Barat.Ita Nurcholifah, Barkah, E. L. (2019). Pengembangan Wisata Halal di Provinsi Kalimantan Barat : Peluang dan Tantangan Institut Agama Islam Negeri Pontianak , Indonesia Universitas Tanjungpura , Indonesia Erna Listiana . 194–

Muis, A. (2010). Islamic Centre Di Kepanjen Kabupaten Malang. 9, 5–6.

Pembangunan, S. A., Provinsi, W., & Barat, K. (2015). Provinsi Kalimantan Barat 2015 ANALISIS PEMBANGUNAN WILAYAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT.

Putri, V. A., & Yuniarti, E. (2010). Identifikasi Karakteristik Desa Wisata Budaya Tenun Sumber Harapan Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas. JeLAST: Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang.

Prihatin, P. (2018). Seni Ornamen Dalam Konteks Budaya Melayu Riau. Journal.Unnes.Ac.Id, 1(Januari), 1–10. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/harmonia/article/view/778

Rangga, F., & Sudarisman, I. (2015). TYPOLOGY OF TRADITIONAL MOSQUE IN PALEMBANGٌ (ٌ Caseٌ Study :ٌOldٌMosquesٌInٌTheٌ Cityٌ ofٌ Palembangٌ,ٌ Southٌ Sumatra ). Bandung Creative Movement (BCM) Journal 2014, September.

Safitri, Y., Mujahidin, & Yusnita, H. (2020). Pendidikan Islam Di Kesultanan Sambas Awal Abad XX (Kajian Perkembangan Madrasah Al-sulthaniyah Tahun -1936 M). Jurnal Sambas: (Studi Agama, Masyarakat, 3(1), 73–94.

Sudikno, A. (2017). Memaknai Lokalitas Dalam Arsitektur Lingkungan Binaan. Seminar Nasional Arsitektur Dan Tata Ruang (SAMARTA), October, 9–14

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-01

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Desain Interior