EKSPLORASI GAYA ART DECO DALAM KARYA SCHOEMAKER : Studi Komparasi Hotel Preanger dan Kantor Perkebunan Nusantara X
Abstrak
Arsitektur bukan hanya soal bentuk dan fungsi, tetapi juga mencerminkan nilai, budaya, dan semangat zamannya. Gaya Art Deco yang berkembang pada awal abad ke-20 menjadi simbol kemajuan dan kemewahan, dengan ciri khas geometris dan dekoratif. Di Indonesia, gaya ini mendapat sentuhan lokal berkat peran arsitek Belanda seperti C.P.W. Schoemaker, yang memadukan Art Deco dengan iklim tropis dan budaya Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua karya Schoemaker—Grand Hotel Preanger di Bandung dan Kantor PTPN X di Surabaya—yang dibangun pada rentang waktu 1925–1928. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan komparatif melalui observasi langsung, dokumentasi visual, dan kajian literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun kedua bangunan memiliki fungsi berbeda, keduanya memancarkan karakter yang kuat melalui pola geometris, komposisi garis tegas, serta adaptasi cerdas terhadap iklim dan konteks lokal. Dari fasad hingga detail interior, tampak upaya Schoemaker dalam menciptakan ruang yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga akrab dan nyaman bagi penghuninya. Penelitian ini diharapkan dapat menginspirasi upaya pelestarian warisan arsitektur kolonial, sekaligus menjadi referensi dalam merancang ruang publik yang berakar pada sejarah namun tetap relevan dengan kebutuhan masa kini. Kata kunci : Art Deco, Schoemaker, Hotel, Kantor
Referensi
Dawdy, J. (2020, November 23). Choose your own adventure: Typography trends of Art Deco (GCM110, Section 2). Toronto Metropolitan University.
Duncan, A. (1998). Art Deco Complete: The Definitive Guide to the Decorative Arts of the s and 1930s. Thames & Hudson.
Elviana, E., & Al Ghifari, M. N. (2023). Pelestarian Kampung Lawang Seketeng Surabaya sebagai wisata heritage. MINTAKAT: Jurnal Arsitektur, 23(1), 39–49.
Fajri, R., & Sari, R. N. (2022). Arsitektur kolonial tropis di Bandung: Sebuah interaksi multikultur (1906–1925). Periode: Jurnal Ilmu Sejarah, 10(1), 1–10. https://doi.org/10.21009/PERIODE.101.01
Hartono, R. (2005). Arsitektur Modern di Indonesia. Penerbit Andi.
Hartono, S., & Handinoto, H. (2007). SURABAYA KOTA PELABUHAN (SURABAYA PORT CITY) Studi tentang perkembangan bentuk dan struktur sebuah kota pelabuhan ditinjau dari perkembangan transportasi akibat situasi politik dan ekonomi dari abad 13 sampai awal abad 21. Journal of Architecture and Built Environment, 35, 88-99.
Hillier, Bevis & Stephen Escritt. 1997. Art Deco Style. London: Phaidon, ISBN: 0714843288.
Johana, S. (2004). Arsitektur Art Deco di Indonesia: Sebuah Kajian Visual. Pustaka Pelajar.
Pemerintah Kota Bandung. (2013). Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 646/Ke.1244- DisBudPar/2013 tentang Penetapan Bangunan Cagar Budaya di Kota Bandung.
Pemerintah Kota Surabaya. (1998). Surat Keputusan Wali Kota Surabaya No. 45/004/402.1.04/1998 tentang Penetapan Bangunan Cagar Budaya (Nomor urut 26).
Pile, John. 2005. A History of Interior Design (2 ed). New Jersey: John Wiley, ISBN:
Rachmayanti, S., Roesli, C., & Savitri, M. A. (2017). Konservasi bangunan bergaya art deco di kota bandung (Studi Kasus: Hotel Preanger dan Hotel Savoy Homann). Jurnal Dimensi
Seni Rupa dan Desain, 14(1), 83-100.
Solikhah, N. (2020). Streamline Moderne: Perkembangan Gaya Modern Arsitektur Art Deco di Kota Bandung Tahun 1930–1950. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, (2), 1–12
Suharto, M. F. (2019). Karakter Bangunan Kolonial Belanda (Indisch) di Indonesia (Karya Arsitek CP Wolff Schoemaker). FRONTIERS: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI, 2(1).
Suryasari, Noviani. (2003) Karakter Formal Bangunan Karya C.P Wolff Shoemaker di Bandung Periode 1920 – 1940, Universitas Gadja Mada Fakultas teknik, Yogayakarta.



