PERANCANGAN ULANG GEDUNG B GALERI NASIONAL INDONESIA DENGAN PENDEKATAN EXPERIENTIAL DESIGN

Penulis

Abstrak

Perancangan ulang Gedung B Galeri Nasional Indonesia dilakukan untuk meningkatkan kualitas ruang pamer tetap dengan menghadapi sejumlah permasalahan, seperti sirkulasi pengunjung yang kurang efisien, keterbatasan fasilitas interaktif dan edukatif, serta pencahayaan yang belum optimal terhadap standar konservasi karya. Temuan observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 51 responden menunjukkan kebutuhan ruang yang lebih fleksibel, interaktif, nyaman secara visual, serta mampu membangun keterhubungan emosional dengan karya seni. Tantangan bertambah karena Gedung B merupakan bangunan cagar budaya Tipe A yang tidak dapat mengalami perubahan bentuk, struktur, dan material utama. Melalui pendekatan experiential design, perancangan dilakukan dengan pengolahan narasi ruang, atmosfer pencahayaan, materialitas, teknologi interaktif, dan elemen multisensori. Hasil perancangan menunjukkan peningkatan keterlibatan visual, emosional, dan kognitif pengunjung serta memperkuat fungsi edukatif dan sosial galeri, tanpa menghilangkan nilai historis bangunan. Kata kunci: experiential design, museum, galeri seni, cagar budaya, pengalaman pengunjung

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Chiara, J. D., & Crosbie, M. J. (1980). Time-saver standards for building types. McGraw-Hill.

Ching, D. K. (1996). Architecture: Form, space, and order. Van Nostrand Reinhold.

Ching, D. K. (2002). Architecture: Form, space, and order (3rd ed.). John Wiley & Sons.

Cinthya, A. (2018). Analisis tingkat kebisingan pada ruang publik dalam bangunan museum. Jurnal Arsitektur dan Lingkungan, 5(1), 41–50.

Damayanti, R., Wismoyo, P., & Siregar, F. S. (2024). Teknologi tepat guna dalam perancangan interior ruang publik edukatif. Jurnal Dimensi Interior, 11(1), 22–34.

Ernst, N., & Peter, N. (2000). Architects’ data. Blackwell Science.

Fikriyah, N., Koesoemadinata, A., & Trihanondo, S. (2024). Pengaruh elemen interior terhadap pembentukan suasana ruang pamer. Jurnal Desain Ruang, 9(1), –67.

Forlizzi, J., & Battarbee, K. (2004). Understanding experience in interactive systems. Proceedings of the 2004 Conference on Designing Interactive Systems, –268.

Ghirardo, D. (1996). Architecture after modernism. Thames & Hudson.

Hassenzahl, M. (2010). Experience design: Technology for all the right reasons. Morgan & Claypool.

Kartika, R. (2010). Konsep visual sistem sarana isyarat penunjuk (sign system) di

Kampus Syahdan Binus University. Humaniora, 1(2), 221–231. https://doi.org/10.21512/humaniora.v1i2.2864

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.

Low, S., & Kienle, M. (2019). Spatial experience and emotional engagement in museum environments. Journal of Interior Design, 44(3), 17–32.

Medaković, J., Atanacković Jeličić, J., Ecet, D., Nedučin, D., & Krklješ, M. (2024).

The interplay between spatial layout and visitor paths in modern museum architecture. Buildings, 14(7), Article 2147. https://doi.org/10.3390/buildings14072147

Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara. (2023). Museum profile and exhibition overview.

International Council of Museums. (1974). ICOM museum definition. ICOM.

International Council of Museums. (2022). Museum definition and roles. ICOM.

Nursabila, R., & Kusumandyoko, T. C. (2022). Perancangan sign system dan wayfinding pada Museum Tsunami Aceh. Jurnal Barik, 4(2), 69–78.

Pine, B. J., & Gilmore, J. H. (1999). The experience economy: Work is theatre and every business a stage. Harvard Business School Press.

Qalby, S. A., Khadijah, U. L., Nugraha, A., & Padjadjaran University. (2019). The role of Selasar Sunaryo Art Space as an educational attraction in Bandung City. Journal of Sustainable Tourism Research, 1(1), 12–16.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-01

Terbitan

Pages

4699 - 4717

Bagian

Prodi S1 Desain Interior

Cara Mengutip

Saputra, R. T., Siregar, F. S., & Ismiranti, A. S. (2026). PERANCANGAN ULANG GEDUNG B GALERI NASIONAL INDONESIA DENGAN PENDEKATAN EXPERIENTIAL DESIGN. eProceedings of Art & Design, 13(3), 4699-4717. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30419