PENGAPLIKASIAN MOTIF BATIK KONTEMPORER MENGGUNAKAN TEKNIK BATIK CAP MODULAR DENGAN INSPIRASI LANDSCAPE ALAM KAMPUNG WOTAWATI

Penulis

Abstrak

Batik merupakan salah satu seni kuno yang dikenal memiliki keterampilan tangan yang bermutu tinggi, kata batik berasal dari bahasa jawa yaitu ‘amba’ yang memiliki arti tulis dan nitik yang berarti titik. Batik kontemporer salah satu kain batik yang menyajikan kebaruan kreasi motif, sehingga menghasilkan produk yang berbeda. Batik cap memiliki motif yang berulang dan monoton, sehingga diperlukan pengembangan motif pada batik cap. Pada penelitian sebelumnya dapat membuat kebaruan motif yang bervariasi dengan teknik batik cap modular. Kampung Wotawati salah satu kampung yang memberikan pengalaman kepada para wisatawan seperti berada di era kerajaan, serta pemandangan alam dan kearifan lokal yang masih terjaga. Tujuan pada penelitian ini melakukan pengembangan pada batik kontemporer menggunakan inspirasi pemandangan kampung Wotawati dan menghasilkan komposisi motif batik cap yang lebih bervariasi dengan konsep modular. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sehingga memperoleh data melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi. Luaran dari penelitian ini adalah lembaran kain dengan motif yang terinspirasi dari kampung Wotawati dan canting cap dengan menggunakan modul yang dibuat dari inspirasi pemandangan pada kampung Wotawati dengan komposisi yang berfokus pada penguncian motif. Kata kunci: Batik Kontemporer, Batik Cap Modular, Modular Stamp, Kampung Wotawati

Referensi

Herman, I. H. (2020, November). Penggunaan K-Nearest Neighbor (KNN) Untuk Mengidentifikasi Citra Batik Pewarna Alami dan Pewarna Sintetis Berdasarkan Warna. In Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Bidang Ilmu Komputer dan Aplikasinya (Vol. 1, No. 2, pp. 504-515).

Hur, ES, & Thomas, BG (2011, Juli). Desain tekstil modular yang transformatif. Dalam Prosiding Bridges 2011: Matematika, Musik, Seni, Arsitektur, Budaya (hlm. 217-224).

Kight, K. (2011). A Field Guide to Fabric Design: Design, Print & Sell Your Own Fabric; Traditional & Digital Techniques. C&T Publishing Inc.

Marta, M., Karnadi, H., & Renaningtyas, L. (2018). Perancangan Motif Batik Kontemporer yang Terinspirasi Kesenian Reog Ponorogo. Jurnal DKV Adiwarna.

Masfufah, D., & Fardhani, A. Y. S. (2022). Pengembangan Motif Batik Cap Menggunakan Konsep Modular Stamp Pada Produk Fashion.

Murdianto, G. (2022). Perancangan Motif Batik dengan Sumber Ide Pohon Keben melalui Teknik Batik Cap. Hastagina: jurnal kriya dan industri kreatif , 2 (01), 80-107.

Nurcahyanti, D., & Affanti, T. B. (2018). Pengembangan Desain Batik Kontemporer Berbasis Potensi Daerah Dan Kearifan Lokal. Jurnal Sosioteknologi, 17(3), 391–402.

Putri, C. K. (2021). GAYA SKANDINAVIA PADA ILUSTRASI FLORA MARIMEKKO.

Priatmoko, S., Purwoko, Y., Winarno, S. B., Widayati, E., Panghastuti, T.,

Wigati, E., & Isnugroho, E. (2025). POTENSI DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN PARIWISATA Di DUSUN WOTAWATI di

DESA WISATA “DEWI PURBO”, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA. ABDIMAS: Journal Tourism & Community Service, 2(2), 49-55.

Salam, S., & Muhaemin, M. (2020). Pengetahuan dasar seni rupa. Badan Penerbit UNM.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-01

Terbitan

Pages

5471 - 5490

Bagian

Prodi S1 Kriya