Manajemen Interferensi Pada Komunikasi Device-to-device Menggunakan Algoritma Two-phase Auction-based Fair And Interference Allocation

I Gede Aditya Pratama, Arfianto Fahmi, Vinsensius Sigit

Abstract

Abstrak Komunikasi Device-to-Device (D2D) telah diusulkan di Long Term Evolution (LTE) sebagai solusi penting untuk meningkatkan throughput jaringan dan mengurangi beban lalu lintas di core network. Namun, transmisi sinyal pengguna seluler dapat menyebabkan interferensi pada komunikasi D2D ketika komunikasi D2D menggunakan resource yang sama dengan pengguna seluler. Tugas Akhir ini melakukan manajemen interferensi dengan cara meminimalkan interferensi yang disebabkan oleh sinyal seluler kepada D2D receiver menggunakan algoritma Two-Phase Auction-based Fair and Interference Resource Allocation (TAFIRA). Algoritma TAFIRA digunakan untuk meminimalkan interferensi, baik pada evolved Node B (eNB) dan pada penerima pasangan komunikasi D2D sambil tetap mempertahankan target sistem sum rate dan memastikan alokasi sumber daya yang adil di antara pasangan komunikasi D2D. Penggunaan teknologi manajemen interferensi saat ini menggunakan parameter yang berbeda, sehingga tidak diketahui teknologi apa yang lebih baik untuk memanajemen interferensi. Oleh karena itu, Tugas Akhir ini membandingkan algoritma TAFIRA dengan algoritma lain yaitu algoritma Minimum Interference dan algoritma Random Allocation untuk membahas masalah interferensi dengan parameter yang sama. Tugas Akhir ini mengkonfirmasi bahwa algoritma TAFIRA dapat memperoleh target system sum rate yang lebih baik dibandingkan dengan kedua algoritma lainnya. Algoritma TAFIRA menimbulkan sedikit peningkatan interferensi pada eNB dan D2D receiver. Tugas Akhir ini juga mengkonfirmasi bahwa, algoritma TAFIRA adalah solusi yang efisien untuk memanajemen interferensi. Kata Kunci : Device-to-Device (D2D), Data rate, Alokasi sumber daya , TAFIRA, Minimum Interference, Random Allocation Abstract Device-to-Device(D2D )communication has been proposed in Long Term Evolution (LTE) as an important solution to increase network throughput and reduce traffic load on the core network. D2D is a promising technique to provide wireless peer-to-peer services and increase spectrum utilization in LTE-Advanced networks. However, cellular signal transmission can cause interference on D2D communication when D2D communication uses the same resource as cellular user. This thesis wants to manage interference by minimizing interference on D2D receiver caused by cellular user signal using Two-Phase Auction-based Fair and Interference Resource Allocation (TAFIRA) algorithm. The TAFIRA algorithm can be used to minimize interference, both on evolved Node B (eNB) and on D2D communication pair receiver while still maintaining a system sum rate and ensuring fair resource allocation between D2D communication pairs. The use of interference management technology currently uses different parameters, so it is not known which technology is better for managing interference. Therefore, This thesis compare the TAFIRA algorithm with other algorithms, namely the Minimum Interference algorithm and the Random Allocation algorithm to discuss the same research problem. This thesis confirms that the TAFIRA algorithm can obtain a better system sum rate target than the other two algorithms. TAFIRA algorithm raises a slight increase in interference on eNB and D2D receiver. This thesis also confirms that, TAFIRA algorithm is an efficient solution for managing interference. Keywords: Device-to-Device (D2D), Data rate, Resource allocation, TAFIRA, Minimum Interference, Random Allocation

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0