Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kerja Operator Sewing Di Pt Xyz Menggunakan Metode Work Sampling Dan Nasa-tlx

Nabila Vidya Ariani, Atya Nur Aisha, Fida Nirmala Nugraha

Abstract

Abstrak Manusia merupakan aset utama dalam organisasi, sehingga sumber daya manusia (SDM) harus dikelola dan dimanfaatkan secara seimbang dan manusiawi. Analisis beban kerja diperlukan untuk memastikan pekerjaan yang dilakukan berjalan dengan baik dan sumber daya manusia memiliki beban kerja yang optimal. PT XYZ mengalami kenaikan dan penurunan tingkat turnover yang signifikan. Nilai beban kerja tersebut dirasakan dari pekerjaan fisik seperti tenaga kerja yang dikeluarkan pada line tersebut lebih besar dengan line yang sudah optimal, lingkungan kerja yang tidak kondusif, gerakan kerja yang terbatas, suhu ruang kerja yang cukup panas. Selain pekerjaan fisik, nilai beban kerja juga dirasakan dari mental operator seperti kebutuhan waktu, dimana deadline yang diberikan oleh PT XYZ setiap line nya sama, sehingga hal tersebut memengaruhi performansi kerja ataupun tingkat frustasi operator. Dalam upaya meningkatkan produktivitas operator PT XYZ perlu dilakukan pengukuran terhadap beban kerja dengan menggunakan metode yang telah diakui, karena permasalahan tersebut akan mengurangi tingkat beban kerja operator. Analisis beban kerja operator sewing digunakan untuk mengetahui beban kerja eksisting dan sebagai dasar dalam penentuan kebutuhan operator setiap line nya yang tidak merata. Hasil analisis beban kerja menggunakan metode work sampling dan NASA-TLX pada line 11, 12 dan 13, dimana line tersebut mempunyai kategori beban kerja yang tinggi. Pada metode work sampling, line 11 memiliki nilai beban kerja sebesar 107,84%, line 12 memiliki nilai beban kerja sebesar 108,83%, dan line 13 memiliki nilai beban kerja sebesar 110,43%. Pada metode NASA-TLX, line 11 memiliki nilai beban kerja sebesar 70, line 12 memiliki nilai beban kerja sebesar 67, dan line 13 memiliki nilai sebesar 67. Ditinjau dari sisi beban kerja fisik dan mental operator, jumlah penambahan operator yang diusulkan yaitu masing-masing 1 operator pada setiap line. Kata kunci : Beban Kerja, Work Sampling, NASA-TLX, kebutuhan operator Abstract Humans are the main assets in the organization, so that human resources (HR) must be managed and utilized in a balanced and humane manner. Workload analysis is needed to ensure that the work carried out goes well and human resources have an optimal workload. PT XYZ experienced a significant increase and decrease in turnover. The value of the workload is felt from physical work such as labor that is issued on the line is greater with an optimal line, a non-conducive work environment, limited work movements, a fairly hot workspace temperature. In addition to physical work, the workload value is also felt by the operator's mentality such as time requirements, where the deadlines provided by PT XYZ are the same, so that it affects work performance or the operator's frustration. In an effort to increase the productivity of PT XYZ operators, it is necessary to measure workloads using a recognized method, because these problems will reduce the level of operator workload. The workload analysis of sewing operators is used to determine the existing workload and as a basis for determining uneven operator requirements for each line. The workload analysis results using the work sampling method and NASA-TLX on lines 11, 12 and 13, where the line has a high workload category. In the work sampling method, line 11 has a workload value of 107.84%, line 12 has a workload value of 108.83%, and line 13 has a workload value of 110.43%. In the NASA-TLX method, line 11 has a workload value of 70, line 12 has a workload value of 67, and line 13 has a value of 67. Judging from the operator's physical and mental workload, the number of additional operators proposed is respectively each operator on each line. Keywords: Workload, Work Sampling, NASA-TLX, operator requirements

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0