Analisis Pengaruh Temperatur Dengan Substrat Lumpur Sawah Terhadap Produksi Arus Listrik Microbial Fuel Cell

Wisnu Adi Purnama, M Ramdlan Kirom, Ahmad Qurthobi

Abstract

Microbial Fuel Cell (MFC) adalah sistem yang memanfaatkan bakteri untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan arus listrik dengan pengaruh temperatur dari variasi antara 28ºC - 38ºC. Sedangakan untuk reaktor menggunakan jembatan garam dual chamber dengan kompartemen anoda dan katoda, dalam reaktor dual chamber ini untuk kompartemen anoda diisi oleh substrat lumpur sawah sedangkan untuk kompartemen katoda diisi dengan cairan akuades. Untuk eletrodanya menggunakan seng dan tembaga. Elektron yang mengalir pada arus listrik ditransfer melalui anoda menuju katoda sedangkan untuk proton dialirkan melalui jembatan garam. Penelitian ini mencapai energi 6677 mJ pada temperatur 38 ºC, dan daya sebesar 0.4637 mW pada temperatur 38 ºC. Sedangkan untuk hasil dari pengukuran kuat arus listrik tertinggi dengan nilai 0.581 mA pada temperatur 38 ºC dan tegangan tertinggi dengan nilai 0.847 pada temperatur 38 ºC. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa produksi arus listrik dari perubahan temperatur tidak terlalu mendapatkan dampak yang signifikan, temperatur 38 ºC adalah suhu yang paling baik dalam menghasilkan arus listrik. Kata kunci: Microbial Fuel Cell, Suhu, lumpur sawah. Abstract Microbial Fuel Cell (MFC) is a system that utilizes bacteria to oxidize organic and inorganic materials. This study aims to produce electric current with the effect of temperature variations between 28ºC - 38ºC. While the reactor using a salt bridge dual chamber with the anode and cathode compartment, in a dual reactor chamber to the anode compartment is filled by mud fields substrate while the cathode compartment filled with liquid aquades water. For electrodes using zinc and copper. Electrons flowing in the electric current is transferred through the anode to the cathode while the proton is passed through the salt bridge. The study reached 6677 mJ energy at a temperature of 38 ° C, and a power of 0.4637 mW at a temperature of 38 ºC. As for the results of measurements of highest electrical current strength with value 0. 581 mA at a temperature of 38 ° C and the highest voltage with a value of 0847 at a temperature of 38 ºC. Based on the results of this study can be concluded that the production of electric current from a temperature change is not too have a significant impact, the temperature of 38 ° C is the best temperature to produce an electric current. Keywords: Microbial Fuel Cell, temperature, mud fields.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0