Pengembangan Motif Karang Jenis Arcopora Suharsonoi Pada Aplikasi Batik Berbasis Web

Sri Bima Aryo Rasyid, Roswan Latuconsina, Purba Daru Kusuma

Abstract

Abstrak Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang hingga saat ini masih dapat dinikmati baik menjadi keperluan industri sebagai penyedia bahan pakaian maupun suatu kerajinan seni yang bernilai tinggi. Dengan keunikan dan jenis motif batik yang bervariatif menambah keindahan dan nilai seni dari sebuah kain batik. Motif kain batik yang cenderung klasik sebaliknya dipadu dengan motif polos berwarna. Untuk batik bermotif kecil boleh dipadu dengan bahan bermotif lain seperti polkadot atau garis-garis. Paduan berani dua motif berbeda merupakan ciri khas gaya remaja yang berani bereksperimen. Adapun dengan jaman yang kini semakin berkembang, motif batik itu sendiri banyak mengalami perubahan. Tentunya pemanfaatan berbagai pola bentuk yang ditemui dapat menambah keunikan dari batik tersebut. Sebagai salah satu contohnya memanfaatkan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia seperti biota laut khususnya pada terumbu karang. Dengan banyaknya jenis terumbu karang tentunya dapat menambah keragaman, keunikan dan variasi dari motif-motif batik. Pada Tugas Akhir ini, akan mengembangkan pola bentuk karang jenis Arcopora Suharsonoi ke dalam motif batik yang dibantu prosesnya oleh metode pemodelan L-System. Dan hasil dari pengembangan motif batik tersebut akan dijadikan sebuah modul yang diimplementasikan ke dalam sebuah aplikasi batik berbasis web. Kata kunci: Batik, karang, web, L-System, Arcopora Suharsonoi. Abstract Batik is an Indonesian cultural heritage that until now can still be selected, both for industrial use and the provider of clothing materials for high-value handicrafts. With the unique and different types of batik motifs that add to the beauty and value of senior cloth art. The classic upside down batik motif is combined with plain colored motifs. For small patterned batik may be combined with other patterned materials such as polkadot or stripes. A bold combination of two different motifs is a distinctive style of teenagers who dare to experiment. Along with the era that is now growing, batik motifs are increasingly changing. Of course the benefits of various patterns encountered can add to the uniqueness of the batik. As an example of making use of biodiversity in Indonesia such as marine biota specifically on coral reefs. With a variety of types of coral reefs can add diversity, uniqueness and variety of batik motifs. In this Final Project, we will develop the Arcopora Suharsonoi type of coral pattern into a batik motif that starts the process with the L-System modeling method. And the results of the development of batik motifs will be made modules that are implemented into web-based batik applications. Keyword: Batik, coral, web, L-System, Arcopora Suharsonoi.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0