Analisis Tingkat Konsentrasi Berpikir Manusia Berdasarkan Eeg Dan Ekg Menggunakan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System

Arib Bady Hakim Tanjung, Ig Prasetya Wibawa, Husneni Mukhtar

Abstract

Abstrak Konsentrasi sangat dibutuhkan dalam melakukan setiap aktivitas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Menurut situs resmi National Highway Traffic Safety Administration, kurangnya konsentrasi merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan dijalanan. Dengan menggunakan sinyal otak (EEG) dan sinyal dari detak jantung (EKG) kita dapat mendeteksi tingkat konsentrasi seseorang. Sinyal EKG akan diubah ke dalam Beat Per Minute (BPM) dan sinyal EEG akan diektraksi untuk mendapatkan ciri menggunakan Power Spectral Density (PSD). Dari hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa rentang nilai ∆BPM saat level konsentrasi Rendah, Sedang dan Baik berurut-turut adalah 1-15, 3-19 dan 11-27. Dan hasil training dari ANFIS menghasilkan akurasi sebesar 80.69% untuk data latih dan 65.88% untuk data uji. Kata Kunci: EEG, EKG, BPM, Fuzzy, PSD, ANFIS Abstract Concentration is very much needed in doing every activity to prevent things that we don't want. According to the official website of the National Highway Traffic Safety Administration, lack of concentration is one of the causes of road accidents. By using brain signals (EEG) and signals from heartbeats (ECGs) we can detect a person's level of concentration. The ECG signal will be converted into Beat Per Minute (BPM) and the EEG signal will be extracted to obtain features using Power Spectral Density (PSD). The results obtained show that the range of values of ∆BPM when the concentration levels of Low, Medium and Good are respectively 1-15, 3-19 and 11-27. And training results from ANFIS produce an accuracy of 80.69% for training data and 65.88% for test data. Keywords: EEG, ECG, BPM, Fuzzy, PSD, ANFIS

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0