Analisis Dan Perancangan Enterprise Architecture Pada Unit Pergudangan Pt. Albasia Nusa Karya Menggunakan Framework Togaf Adm

Reza Rizki Ramadhan, Rd. Rohmat Saedudin, Anwar Sadat

Abstract

Abstrak PT. Albasia Nusa Karya merupakan perusahaan baru yang bergerak dibidang pengolahan kayu. Produk yang diciptakan oleh perusahaan adalah barcore. Dalam pembuatan barcore bahan utama yang digunakan adalah kayu albasia yang didapat dari supplier. Tidak hanya di Indonesia, PT. Albasia Nusa Karya memiliki beberapa konsumen di luar negeri diantaranya China dan Jerman. Namun, seiring bertambahnya minat konsumen terhadap produk barcore, PT. Albasia Nusa Karya memiliki tuntutan untuk memberikan pelayanan yang terbaik terhadap semua pelanggannya. Pelayanan yang dibutuhkan oleh konsumen terdiri dari pelayanan yang cepat, kesediaan barang, serta kualitas yang selalu terjaga. Untuk mengimbangi permintaan pasar, PT. Albasia Nusa Karya membutuhkan sistem informasi yang menunjang proses bisnis agar konsumen baru maupun lama dapat terus percaya terhadap pelayanan yang diberikan. Proses bisnis yang dilakukan masih cenderung manual, sehingga solusi yang dibutuhkan adalah pembuatan sistem enterprise architecture untuk mengetahui bagian mana yang dibutuhkan penambahan teknologi. Perancangan enterprise architecture pada PT. Albasia Nusa Karya akan menggunakan framework TOGAF ADM yang berfungsi untuk menyelaraskan antara strategi bisnis dengan pemanfaatan teknologi informasi. Pada framework TOGAF ADM terdiri dari beberapa fase dalam menentukan arsitektur, diantaranya Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Data Architecture, Application Architectur, Technology Architecture, Opportunities and Solution, dan Migration Planning. Tujuan dari fase- fase tersebut untuk mengetahui requirement proses bisnis, data, aplikasi serta teknologi, sehingga perusahaan akan mengetahui kekurangan yang harus segera dibenahi dalam melaksanakan proses bisnis. Perancangan enterprise architecture menggunakan framework TOGAF ADM akan dilaksakan berdasarkan kondisi dan kebutuhan bisnis pada PT. Albasia Nusa Karya. Hasil yang didapatkan dari perancangan enterprise architecture pada PT. Albasia Nusa Karya berupa artifak-artifak pada TOGAF ADM dan arsitektur IT roadmap untuk pengembangan teknologi informasi. Arsitektur yang dirancang dapat membantu PT. Albasia Nusa Karya khususnya pada unit pergudangan dalam memberikan pedoman pelaksanaan proses bisnis dan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanannya. Usulan yang dapat mengatasi permasalahan yang disebutkan diatas yaitu dengan menerapkan aplikasi ERP SD yang mampu melakukan pengelolaan dokumen, pelaporan dan melakukan pengintegrasian fungsi ekspor dengan fungsi-fungsi lainnya. Tidak hanya ERP SD, penambahan aplikasi barcode pun dilakukan untuk mengetahuai status bahan yang sedang diproses. Kata kunci : enterprise architecture, TOGAF ADM, framework, PT. Albasia Nusa Karya, barcore Abstract PT. Albasia Nusa Karya is a new company engaged in wood processing. The product created by the company is barcore. In making barcore the main ingredient used is Albasia wood obtained from suppliers. Not only in Indonesia, PT. Albasia Nusa Karya has several overseas customers including China and Germany. However, as consumer interest in barcore products increases, PT. Albasia Nusa Karya has a demand to provide the best service to all its customers. The services needed by consumers consist of fast service, availability of goods, and quality that is always maintained. To offset market demand, PT. Albasia Nusa Karya requires information systems that support business processes so that new and old consumers can continue to trust in the services provided. The business processes carried out are still likely to be manual, so the solution needed is the creation of an enterprise architecture system to find out which parts are needed in addition to technology. Enterprise architecture design at PT. Albasia Nusa Karya will use the TOGAF ADM framework that functions to align business strategy with the use of information technology. In the TOGAF ADM framework consists of several phases in determining architecture, including Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Data Architecture, Application Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solutions, and Migration Planning. The purpose of these phases is to determine the requirements of business processes, data, applications and technology, so that the company will know the shortcomings that must be addressed in carrying out business processes. The design of enterprise architecture using the TOGAF ADM framework will be carried out based on the conditions and business needs of PT. Albasia Nusa Karya. The results obtained from the design of enterprise architecture at PT. Albasia Nusa Karya in the form of artifacts in the TOGAF ADM and IT architecture roadmap for the development of information technology. The architecture designed can help PT. Albasia Nusa Karya especially in the warehousing unit in providing guidelines for the implementation of business processes and the use of information technology to improve its services. The proposal that can overcome the problems mentioned above is by implementing an SD ERP application that is capable of managing documents, reporting and integrating export functions with other functions. Not only ERP SD, the addition of barcode applications is also carried out to find out the status of the material being processed. Keywords: Enterprise Architecture, TOGAF ADM, framework, barcore, PT. Albasia Nusa Karya

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0