Perancangan Sistem Pendeteksi Tanah Longsor Menggunakan Sensor Rotary Encoder Berbasis Iot

M. Irfan Syarif Anwar, Muhammad Ary Murti, Husneni Mukhtar

Abstract

Abstrak Tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergeseran massa batuan atau massa tanah. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) pada tahun 2019, di Jawa Barat terjadi tanah longsor sebanyak 108 kali dan di Jawa Tengah sebanyak 158 kali. Penyebab utama terjadinya tanah longsor di Indonesia berasal dari dua faktor yaitu iklim dan tata letak geografis nya. Iklim tropis Indonesia dengan curah hujan yang tinggi mengakibatkan tanah menjadi lapuk. Tata letak geografis Indonesia terletak pada cincin api pasifik yang merupakan jalur gempa teraktif di dunia dan berada di atas 3 tumbukan lempeng benua. Tugas Akhir ini bertujuan untuk membuat sistem pendeteksi pergeseran tanah menggunakan sensor rotary encoder berbasis IoT. Pengujian sensor pendeteksi tanah longsor dilakukan pada sebuah plant prototype simulasi. Pengujian kalibrasi sensor rotary encoder dilakukan untuk memperoleh nilai pergeseran tanah (L) dari satu sinyal pulsa rotary encoder menggunakan persamaan koreksi kalibrasi L = 0,3208n-0,2744. Simulasi tanah longsor mengadaptasi jenis longsor tipe aliran (flow) menggunakan tanah dari dua tempat yang berbeda, dengan nilai massa jenis tanah tersebut adalah ðœŒA = 974,02 kg/m3 dan ðœŒB = 1.182,74 kg/m3. Akurasi pengukuran pergeseran tanah yang dilakukan oleh rotary encoder terhadap pergeseran riil yang terjadi pada tanah A dan B berturut-turut adalah 86,49% dan 83,08%. Sistem monitoring pergeseran tanah berbasis IoT dengan platform Antares ini telah dapat menampilkan data monitoring pergeseran tanah dengan interval pengiriman terkecil yang diperbolehkan adalah 17 detik dan konsumsi daya setiap pengiriman adalah 0.606 kW. Kata kunci: tanah longsor, ekstensometer, IoT, rotary encoder. Abstract A landslide is a geological event that occurs due to mass transfer or soil mass. Based on data from the National Disaster Management Agency (BPNB) in 2019, there were 108 landslides in West Java and 158 times in Central Java. The main causes of landslides in Indonesia come from two factors, namely climate and geographical layout. Indonesia's Tropical Climate with high rainfall until it becomes weathered. Indonesia's geographical layout is located on the Pacific Ring of Fire which is the most active earthquake path in the world and is above 3 continental plates collision. The aim of this Final Project is to make a soil detection system using an IoT based rotary encoder sensor. The landslide detection sensor test was carried out on a plant simulation prototype. The rotary encoder sensor calibration test is performed to obtain the ground shift value (L) from a rotary rotary encoder signal using the calibration correction coefficient L = 0.3208n-0.2744. Landslide simulation adapts flow type landslide type (flow) using soil from two different places, with the soil density value is ÏA = 974.02 kg/m3 and ÏB = 1,182.74 kg/m3. The accuracy of the soil shift measurement carried out by the rotary encoder to the actual shift that occurred in soil A and B was successful was 86.49% and 83.08%. The IoT-based soil shift monitoring system with the Antares platform has been able to display soil shift monitoring data with a permissible delivery interval of 17 seconds and the power consumption of each shipment is 0.606 kW. Keywords: landslide, extensometer, IoT, rotary encoder

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0