Perancangan Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis Mikrokontroler Dan Short Message Service (sms)

Adam Ahlul Karim Ramadhan, Ekki Kurniawan, Ahmad Sugiana

Abstract

Abstrak Banjir di Sungai Citarum Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung terus menjadi ancaman serius bagi warga yang tinggal tidak jauh dari sungai tersebut. Perubahan cuaca ekstrem membuat cuaca di Indonesia menjadi tidak menentu yang menyebabkan perbedaan musim hujan berkepanjangan ataupun sebaliknya. Untuk bencana banjir yang sangat sering terjadi, warga menjadi tidak siaga dalam memprediksi banjir yang akan datang. Maka dari itu diperlukan sistem peringatan dini banjir yang tepat serta informasi pemberitahuan secepat mungkin bagi warga di sekitar Sungai Citarum Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Sistem peringatan dini banjir ini dilakukan dengan mengimplementasikan sensor ultrasonik berbasis mikrokontroler Arduino dan di komunikasikan kepada warga wilayah Kecamatan Baleendah, Kabupaten Sukabirus melalui Short Message Service (SMS) serta Internet of Things (IoT). Saat sensor mendeteksi bahaya banjir maka alat akan mengirim status atau sinyal dengan buzzer agar masyarakat mengetahui bahwa akan terjadinya banjir. Lalu akan ada informasi mengenai ketinggian air pada layar Liquid Crystal Display (LCD) yang terpasang pada alat. Hasil yang didapatkan berdasarkan pengujian yaitu perancangan sistem peringatan dini banjir berhasil di realisasikan dengan mengintegrasikan sensor ultrasonik dengan Modul GSM dan berbasis IoT. Nilai akurasi sensor ultrasonik sebesar 98,56% dan error relatif ultrasonik sebesar 1,44%. Pada pengujian Modul GSM mendapat nilai delay sebesar 4.3825 detik, nilai packet loss 0% dan nilai throughput sebesar 35bps. Sedangkan pada pengujian pengiriman data IoT menggunakan Modul Wi-Fi mendapat nilai delay sebesar 11 detik, nilai packet loss sebesar 0%. Istilah Kunci : Mikrokontroler, Ultrasonik, Liquid Crystal Display (LCD), Arduino, Buzzer, Short Message Service (SMS), Internet of Things (IoT). Abstract Floods in the Citarum River, Baleendah District, Bandung Regency continue to pose a serious threat to residents who live not far from the river. Changes in extreme weather make the weather in Indonesia is so erratic and can cause significant difference of season, like longer rainy season or vice versa. For floods that occur very often, residents are not always alert and ready for future floods. Therefore, it is necessary to have an appropriate flood early warning system as well as notification information as soon as possible for residents around the Citarum River, Baleendah District, Bandung Regency. This flood early warning system is carried out by implementing an ultrasonic sensor based on the Arduino microcontroller and will be communicated to people in Baleendah, Sukabirus District through Short Message Service (SMS) and Internet of Things (IoT). While sensor detects flood danger, the device will send status or signal with the buzzer so that people know that there will be a flood. Then there will be information about the height of the water on the Liquid Crystal Display (LCD) screen installed on the device. The results obtained based on testing through design of flood early warning systems which is successfully implemented by integrating ultrasonic sensor with GSM Module and based on IoT. The accuracy value of the ultrasonic sensor is 98,56% and the relative ultrasonic error is 1,44%. In GSM Module testing, it gets delay value of 3,55 seconds, packet loss value of 0% and throughput value of 35bps. Whereas the IoT data transmission testing with Wi-Fi Module gets a delay value of 11 seconds, a packet loss value of 0%. Keyword : Microcontroller, Ultrasonic, Liquid Crystal Display (LCD), Arduino, Buzzer, Short Message Service (SMS), Internet of Things (IoT).

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0