Perancangan Mesin Hybrid Pengolah Kelapa Menggunakan Metode Reverse Engineering

Adhy Indra Permana, Agus Kusnayat, Erna Febriyanti

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang proses pengolahan daging buah kelapa hingga menjadi santan. Sebelum melalui proses pemarutan, kelapa dibuang cangkang dan kulit arinya, kelapa memasuki proses parut yaitu kelapa tersebut diolah hingga menjadi bentuk parutan seutuhnya. Setelah kelapa menjadi bentuk parutan, kelapa tersebut dimasukkan ke mesin peras. Pada mesin peras, parutan kelapa tadi akan melalui proses peras. Parutan kelapa ditekan hingga kandungan air yang dimiliki parutan kelapa keluar. Proses tersebut dilakukan berulang-ulang hingga kandungan air yang dimiliki kelapa sudah terkuras seluruhnya. Terdapat kendala seperti jari tangan pedagang sering terluka karena saat proses pemarutan kelapa harus sambil ditekan. Setelah kelapa diparut, kelapa harus diangkat dan dipindahkan ke mesin peras. Hal ini membutuhkan tenaga yang cukup banyak dikarenakan hasil parutan kelapa sebanyak satu ember atau sekitar 10 kg. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah mesin hybrid pengolah kelapa yang mampu memarut dan memeras sekaligus tanpa harus mengangkat dan memindahkan kelapa yang telah diparut. Perancangan ini menggunakan metode reverse engineering dengan pendekatan redesign sehingga menghasilkan model rancangan mesin hybrid pengolah kelapa. Setelah melakukan pengolahan data, diperoleh hasil dari konsep screening sebanyak 16 konsep alternatif mesin hybrid pengolah kelapa. Tahapan konsep scoring dilakukan untuk menentukan desain akhir dari konsep alternatif yang terpilih dan kemudian dijadikan sebuah prototype mesin hybrid pengolah kelapa yang mampu memarut dan memeras santan sekaligus tanpa harus mengangkat atau memindahkan hasil parutan kelapa ke mesin peras. Dari hasil uji coba mesin prototype dapat diketahui bahwa mesin penelitian ini telah melampaui hasil yang dimana mesin parut dan mesin peras eksisting yang ada di pasar menghasilkan rata-rata 0,6 kg santan dari 1 kg kelapa sedangkan penelitian ini menghasilkan 0,76 kg santan dari 1 kg kelapa. Dan persentase perbandingan kapasitas produktivitas dengan mesin penelitian Dimas Ishak adalah 4,62 % lebih baik dari mesin penelitian sebelumnya.
Kata Kunci : mesin parut kelapa, mesin peras santan, kelapa, Reverse Engineering, redesign, Autodesk Inventor
Abstract This research discusses the processing of coconut meat into coconut milk. Before going to grating process, the coconut was separated from it’s shell and skin, then coconut enters the grating process where the coconut was processed to form a complete grater. After the coconut was grated, the coconut put into a press machine. In a extracting machine, the grated coconut passing the extracting process. Grated coconut was pressed until the coconut milk comes out. The process was repeated until the grated coconut completely drained. In both processes, surely there would be a problems occur. For example in the grating process, the fingers of coconut workers were often got injured because during the grating process the coconut must be pressed. After coconut had been grated, coconut removed and transferred to a press machine. This requires quite a lot of energy because the results of grated coconut as much as one bucket or about 10 kg. To overcome this problem, this research discusses how to make a hybrid coconut processing machine that is able to grate and extracting without lifting the shredded coconut. This research uses a reverse engineering method by using a redesign to design a hybrid coconut processing machine model. After processing the data, the results obtained from the selection of 16 concepts of hybrid coconut processing machine. The stages of the concept of assessment are carried out to determine the final design of the chosen alternative concepts and then made a prototype of a hybrid coconut processing machine that is able to grate and extracting coconut milk at the same time without being able to lift or use the grated coconut to the press. From the results of testing the prototype machine, the data shows that this research machine produces more coconut milk than the existing machines. The average amount of coconut milk that traditional market produce is 0.6 kg from 1 kg of coconut while this research produced 0.76 kg of coconut milk from 1 kg of coconut . And the comparison percentage of productivity capacity is 4.62% better than previous research machines.
Keyword : coconut grater machine, coconut milk extracting, Reverse Engineering, Redesign, Autodesk Inventor

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0