Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Operator Menggunakan Kriteria Spencer Untuk Memenuhi Requirements Iso 9001:2015 Klausul 9.1 Di Cv Bearpath

Achmad Syarif Bachriansyah Zain𝐢, Wiyono Wiyono, Heriyono Lalu

Abstract

Abstrak
Tingginya daya saing didunia kerja mewajibkan perusahaan membuat penilaian kinerja karyawan sehingga dapat meningkatkan kinerja operator yang berdampak kepada produktifitas perusahaan, seperti yang tertera diundang-undang Republik Indonesia tentang Sumber Daya Manusia (SDM) didunia industri yang berbunyi “pembangunan SDM industri dilakukan untuk menghasilkan SDM yang berkompeten yang berguna untuk meningkatkan peranan SDM Indonesia dibidang industriâ€. Upaya untuk meningkatkan kualitas SDM dengan melakukan tindakan evaluasi secara berkala terkait kinerja karyawan, evaluasi berguna untuk mengukur tingkat kinerja serta mengidentifikasi factor utama yang mengakibatkan penurunan kinerja dan mengetahui perbaikan apa yang harus dilakukan terkait SDM. CV BEARPATH merupakan salah satu perusahaan yang berfokus dibidang fashion, yaitu disektor sepatu, perusahaan ini memiliki penilaian kinerja yang tidak terdokumentasi serta penilaian kinerja hanya dilakukan oleh kepala divisi produksi (satu sudut pandang) serta tiadanya acuan peraturan terkait tatacara dalam melakukan penilaian kinerja, maka dari itu CV Bearpath memerlukan penilaian kinerja yang terdokumentasi serta acuan peraturan dan tatacara pelaksanaan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan pegawai dan meningkatkan produktivitas kinerja pegawai. Pada penelitian ini perancangan sistem penilaian kinerja menggunakan kriteria penilaian spencer serta tatacara penilaian yang disesuaikan dengan standar requirement ISO 9001:2015 Klausul 9.1 yaitu pemantauan, pengukuran, analisis serta evaluasi, output dari penelitian ini adalah penilaian kinerja dengan menggunakan kriteria kompetensi spencer yang berstandarkan ISO 9001:2015 klausul 9.1.

Kata Kunci : ISO 9001:2015 Klausul 9.1, Sumber Daya Manusia, Penilaian Kinerja, Kompetensi, Spencer

Abstract High competitiveness in the world of work requires companies to make employee performance appraisals so as to improve operator performance that impacts on company productivity, as stated by the Republic of Indonesia Law on Human Resources (HR) in the industrial world which reads "industrial HR development is carried out to produce HR competent which is useful for increasing the role of Indonesian human resources in the industry ". Efforts to improve the quality of human resources by conducting regular evaluation of actions related to employee performance, evaluation is useful to measure the level of performance and identify the main factors that cause performance degradation and know what improvements should be made related to HR. CV BEARPATH is one of the companies that focus in the fashion sector, namely the shoe sector, this company has undocumented performance appraisals and performance appraisals are only carried out by the head of the production division (one point of view) as well as the absence of regulatory references related to procedures for conducting performance appraisals. That Bearpath CV requires documented performance appraisal as well as reference to regulations and implementation procedures so that it is expected to improve employee
ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.7, No.1 April 2020 | Page 1941



discipline and improve employee performance productivity. In this study the design of a performance appraisal system uses the spencer assessment criteria and appraisal procedures that are adjusted to the ISO 9001: 2015 standard requirements Clause 9.1 namely monitoring, measurement, analysis and evaluation. The output of this research is performance appraisal using the Spencer competency criteria which are ISO 9001: 2015 clause 9.1.

Keywords: ISO 9001: 2015 Clause 9.1, Human Resources, Performance Assessment, Competence, Spencer

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :-1