Analisis Dampak Lingkungan Dari Produksi Pupuk Urea 1a Dengan Mempertimbangkan Total Biaya Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Assesment Dan Life Cycle Cost

Muhammad Naufal Nurliyan, Judi Alhilman, Aji Pamoso

Abstract

Abstrak Produk pupuk Urea 1A merupakan salah satu produk yang dibuat oleh PT Pupuk Kujang khususnya pada pabrik 1A. Bahan baku utama yang digunakan pada proses produksi pupuk Urea 1A adalah karbondioksida dan ammonia. Proses pembuatan pupuk Urea 1A diperlukan penggunaan energy dan bahan baku kimia yang sangat banyak sehingga berpotensi akan mengakibatkan dampak lingkungan yang besar juga. Maka dari itu Life Cycle Assessment digunakan dengan tujuan untuk menganalisis dampak lingkungan apa saja yang dihasilkan dari proses produksi pupuk Urea 1A. Selain itu, digunakan metode Life Cycle Cost untuk menjadi parameter apakah dampak lingkungan yang dihasilkan sudah melebihi batas wajar atau tidak dengan melihat perbandingan biaya internal dan eksternalnya. Berdasarkan pengolahan data metode Life Cycle Assessment menggunakan software Simapro 7, Marine aquatic ecotoxicity, Acidification, dan Global warming dengan nilai berturut-turut sebesar 497304,45 kg 1,4-DB eq, 40,99840 kg Sb eq, dan 2294,1976 kg CO2 eq. Komponen yang paling banyak menghasilkan dampak lingkungan adalah penggunaan energy steam dan gas alam. Hasil metode Life Cycle Cost menunjukkan bahwa total biaya eksternal adalah Rp 5.544.467,73 (57%) lebih besar dari total biaya internal yaitu Rp 4.106.217,95 (43%). Maka dari itu terbukti bahwa dampak lingkungan yang dihasilkan dari proses produksi produk pupuk Urea 1A sudah lebih dari batas wajar jika dilihar dari parameter biaya yang dihasilkan. Hasil dari analisis sensitivitas membuktikkan bahwa pengurangan emisi dan energy adalah alternative terbaik untuk mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan dari proses produksi pupuk Urea 1A.

Kata kunci : Life Cycle Assesment, Life Cycle Cost, Analisis Sensitivitas, Biaya Internal, Biaya Eksternal. Abstract Urea fertilizer product 1A is one of the products made by PT Pupuk Kujang specifically at factory 1A. The main raw materials used in the production process of Urea 1A fertilizer are carbon dioxide and ammonia. The process of making Urea 1A fertilizer requires a very large use of energy and chemical raw materials so that it has the potential to cause a large environmental impact as well. Therefore Life Cycle Assessment is used with the aim of analyzing what environmental impacts resulting from the production process of Urea 1A fertilizer. In addition, the Life Cycle Cost method is used to be a parameter whether the environmental impact produced exceeds the reasonable limit or not by looking at the comparison of internal and external costs. Based on data processing the Life Cycle Assessment method using Simapro 7 software, Marine aquatic ecotoxicity, Acidification, and Global warming with values of 497304.45 kg 1.4-DB eq, 40.99840 kg Sb eq, and 2294.19776 kg CO2 eq. The component that produces the most environmental impacts is the use of energy steam and natural gas. The results of the Life Cycle Cost method show that the total external cost is Rp5,544,467.73 (57%) greater than the total internal cost of Rp4,106,217.95 (43%). Therefore it is evident that the environmental impact resulting from the production process of Urea 1A fertilizer products is more than the reasonable limit if selected from the cost parameters produced. The results of the sensitivity analysis prove that the reduction of emissions and energy is the best alternative to reduce the environmental impact resulting from the production process of Urea 1A fertilizer.

Keywords: Life Cycle Assesment, Life Cycle Cost, Sensitivity Analysis, Internal Cost, External Cost

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0