Analisis Pengaruh Luas Penampang Elektroda Terdistribusi Terhadap Karakteristik Arus Dan Tegangan Pada Sel Tunam Mikroba

Cynthia Kemala Dewi Anggraeni, Reza Fauzi Iskandar, M. Ramdlan Kirom

Abstract

Abstrak Sel Tunam Mikroba (STM) merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat menghasilkan energi listrik dengan metode bio-elektrokimia, yang mengkonversi energi kimia menjadi energi listrik dengan memanfaatkan metabolisme alami dari mikroba. Elektroda pada kompartemen anoda dan katoda menggunakan pelat logam dari berberapa jenis material seperti tembaga dan seng. Reaktor pada STM ini menggunakan skema single chamber memiliki satu ruang yang berisi substrat dan larutan elektrolit. Kompartemen anoda berwujud di lingkungan terbuka dengan empat bagian yang dilengkapi dengan pelat elektroda yang terdistribusi menjadi empat bagian dengan masing-masing dimensi 5 cm × 2 cm dan mengelilingi kompartemen katoda, sedangkan pada kompartemen katoda berbentuk tabung yang memiliki diameter 10 cm dan tinggi 15 cm. Kedua kompartemen tersebut dihubungkan oleh jembatan garam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh luas penampang elektroda terdistribusi terhadap karakteristik arus dan tegangan pada sel tunam mikroba. Selain itu untuk mengetahui pengaruh luas penampang dan jumlah elektroda terhadap produksi listrik yang dihasilkan. Kata kunci : Sel Tunam Mikroba, Elektroda, Karakteristik Arus dan Tegangan Abstract The need for energy in the world will increase by the time, we cannot just rely on fossil energy because its existence will run out in the near future. The use of energy from biomass is the solution. Microbial Fuel Cell (MFC) is one of the solutions to biomass energy utilization. In this study, the design of the MFC aim to produce electricity is more constant. Semi-continuous system becomes a solution for electricity that is relatively constant compared with using a batch-substrate system. The construction of MFC uses a double chamber system consisting of a cathode compartment with Cu electrodes and anode compartment using Zn electrodes and substrate prepared by a fish pond sediment and spoiled rice. In building the system, semi-continuous MFC’s can be approved using a dispenser-like container to facilitate substrate entering into the system. After the reactor is made, the voltage can be read by the data logger or using a multimeter. the result of a semi-continuous MFC reactor process is a graph of voltage output compared to the time spent stable. the results of the semi- continuous MFC reactor is a voltage output graph compared to a time that is close to stable where the value of the variance in the reactor with the addition of 75ml every three days has the closest value to zero which means the most stable. The variance value at the most stable reactor has a variance value of 0.00159 with average of voltage is 0.648V. Keywords: Microbial Tunam Cell, Distributed Electrodes, Current and Voltage Characteristics.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0