Analisis Penentuan Reorder Point Untuk Prediksi Dan Optimisasi Suku Cadang Pada Mesin X Di Pt Xyz Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Dan Min-max Stock

Indra Bagus Alvianto, Endang Budiasih, Aji Pamoso

Abstract

Abstrak

PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang menghasilkan amonia, urea, dan NPK. Mesin yang memiliki peranan penting pada PT XYZ adalah mesin X, karena memiliki peran penting dalam mendukung proses pemurnian gas CO. Mesin X merupakan mesin yang memiliki frekuensi kerusakan paling tinggi berdasarkan data downtime. Kerusakan yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa penyebab eksternal antara lain karena perfomasi dari Machine Oil Quality (MOQ), Machine System Temperature (MSTe), Operator Skill (OPT), Maintenance Crew and Service Skill (MCSK) dan Enviromental Factor and Dust (EFD) tidak baik. Berdasarkan data frekuensi kerusakan, mesin X merupakan mesin dengan frekuensi kerusakan tertinggi yaitu 70. Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi diperlukan kebijakan persediaan yang optimal oleh perusahaan untuk menjamin ketersediaan suku cadang apabila suku cadang tersebut dibutuhkan agar tidak terjadi out of stock. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Reliability Centered Spares (RCS) untuk menentukan kebutuhan komponen kritis selama satu tahun dengan menggunakan Poisson Process, Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan jumlah pembelian yang optimal, Min Max Stock untuk menentukan persediaan maksimum dan minimum di gudang serta menentukan Reorder Point komponen kritis sebagai titik pemesanan kembali suku cadang. Dengan menggunakan metode Reliability Centered Spares (RCS) dan Min Max Stock, didapatkan kebutuhan Bearing Ball yaitu 19 komponen dalam satu tahun, Mech Seal yaitu 15 komponen dalam satu tahun, dan Impeller yaitu 12 komponen dalam satu tahun. Kata kunci: Reliability Centered Spares (RCS), Poisson Process, EOQ, Min Max Stock, Reorder Point Abstract PT XYZ is a company that produces ammonia, urea, and NPK. The engine that has an important role in PT XYZ is X engine, because it has an important role in supporting the CO gas purification process. Machine X is a machine that has the highest frequency of damage based on downtime data. Damage that occurs can be caused by several external causes, among others due to the performance of Machine Oil Quality (MOQ), Machine System Temperature (MSTe), Operator Skills (OPT), Maintenance Crew and Service Skills (MCSK) and Environmental Factor and Dust (EFD) not good. Based on data on the frequency of damage, engine X is the machine with the highest frequency of damage that is 70. To overcome the problems that occur, an optimal inventory policy is needed by the company to guarantee the availability of spare parts if the spare parts are needed to prevent out of stock. The method used in this study is Reliability Centered Spares (RCS) to determine the need for critical components for one year using Poisson Process, Economic Order Quantity (EOQ) to determine the optimal purchase amount, Min Max Stock to determine the maximum and minimum inventory in the warehouse and determine the critical component Reorder Point as the point to reorder parts. By using the Reliability Centered Spares (RCS) and Min Max Stock methods, the need for Bearing Ball is 19 components in one year, Mech Seal is 15 components in one year, and Impeller is 12 components in one year.

keywords : Reliability Centered Spares (RCS), Poisson Process, EOQ, Min Max Stock, Reorder Point

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0