Antena Mimo Patch Triangular Dengan Penambahan Slot Pada Untuk Aplikasi 5G

Hilmy Wahyu I, Bambang Sumajudi, Trasma Yunita

Abstract

Jaringan telekomunikasi nirkabel generasi kelima (5G) saat ini sedang menjadi perhatian dari kalangan ahli hingga awam. Padahal saat ini Indonesia baru saja menikmati teknologi jaringan telekomunikasi nirkabel generasi keempat (4G) secara merata. Adapun menurut Global mobile Suppliers Association 2015 mengatakan untuk memenuhi kebutuhan jaringan telekomunikasi nirkabel akan menggunakan spektrum pada pita frekuensi sub-6 GHz, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan IoT akan menggunakan panjang gelombang milimeter pada pita frekuensi 30 GHz – 80 GHz Menurut World Radiocommunication conferece 2015 (WRC-15) telah menyepakati bahwa teknologi 5G akan menggunakan pita frekuensi pada 3,4 GHz - 3,6 GHz. Sedang Pemerintah indonesia yaitu puslitbang, baru mempelajari teknologi ini dari berbagai bidang. Antena yang di fabrikasi telah diukur pada frekuensi 3,5 GHz memilki nilai return loss sebesar -22,383 dB, lebar bandwidth sebesar 100 MHz, nilai mutual coupling sebesar - 19,477 dB, nilai gain meningkat menjadi 14.423 dBi. Adapun pada frekuensi 6 GHz memiliki nilai return loss sebesar -28, 161 dB, lebar bandwidth sebesar 160 MHz, nilai mutual coupling sebesar -16,403 dB, dan nilai gain sebesar 6.023 dBi. Adapun perambatan antena berpolarisasi eliptikal, dan dimensi hasil realisasi sebesar 8,5cm × 8,5cm.

Kata kunci: 3,5 GHz, 5G, 6 GHz, bandwidth, mutual coupling, MIMO, return loss

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0