Perancangan Stasiun Kerja Operator Pembuat Ulir Untuk Mengurangi Risiko Terjadinya Musculoskeletal Disorder Dengan Pendekatan Antropometri Di Pt. Sunrise Abadi

Refilda Agustriyanti, Heriyono Lalu, Marina Yustiana Lubis

Abstract

ABSTRAK
Penelitian ini berfokus pada masalah di PT. Sunrise Abadi pada proses pembuatan ulir dari proses pembuatan as dudukan bearing. Masalah ini diperkuat dengan hasil skor penilaian risiko menggunakan metode Job Safety Analysis, yaitu 8 dengan tingkat risiko sedang sehingga perlu ditinjau dan dilakukan tindakan pengendalian untuk mencegah terjadinya peningkatan level risiko. Risiko yang terdapat pada proses pembuatan ulir yaitu terjadinya gangguan muskulosketal pada operator. Gangguan ini disebabkan oleh desain meja dan kursi yang tidak ergonomis dan tidak mempertimbangkan aspek antropometri. Hal ini diperkuat dengan hasil perhitungan nilai Rapid Upper Limb Assessment (RULA) terhadap postur kerja operator yang menghasilkan skor 6 yang artinya perlu dilakukan perbaikan. Maka, perlu adanya perubahan terhadap desain meja dan kursi yang dapat memperbaiki postur kerja. Dengan mempertimbangkan keluhan dan kebutuhan, maka dilakukan perancangan ulang meja dan kursi kerja yang lebih ergonomis dengan pendekatan antropometri. Dengan adanya perubahan desain, terjadi perbaikan postur yang dibuktikan dengan penurunan nilai skor RULA menjadi 4 sehingga postur kerja hasil rancangan meja dan kursi usulan lebih baik dari postur kerja sebelumnya.
Kata Kunci: Penilaian Risiko, Job Safety Analysis, Musculosketal disorder, RULA.

ABSTRACT
This research focuses on problems at PT. Sunrise Abadi in process threads making which is a subprocess of As Bearing Seater process. This problem is reinforced by the results of the risk assessment score using Job Safety Analysis method, which the score is 8 with moderate level of risk. So it needs to be reviewed and take risk control measures to prevent the risk level increased. The risk of thread making process are musculosketal disorder. This risk is caused by the design of the table and chair that are not ergonomic and doesn’t consider anthropometric aspects. This is reinforced by the results of the calculation of RULA with score 6, which means it needs to be improved. So, it is necessary to make changes to the chair and table design, thus making the operator's posture better. By considering the complaints and needs, more ergonomic table and chair have been designed with an anthropometric approach. With the changes in the design, an improvement in posture was evidenced by a decrease of the value of the RULA score to 4, so that the working posture of the proposed table and chair design was better than the previous work posture.
Keywords: Risk Assessment, Job Safety Analysis, Musculosketal disorder, RULA.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0