Perancangan Dan Analisis Sistem Komunikasi Free Space Optic Pada Telkom University Dan Pt Telkomsel Regional Jawa Barat

Gerald ibram zuhdy, Kris Sujatmoko, Desti Madya Saputri

Abstract

Abstrak
Free Space Optic (FSO) merupakan sistem komunikasi yang menggunakan udara bebas (free space) sebagai media
propagasi. FSO menggunakan sorotan cahaya untuk mengirim full-duplex Gigabit Ethernet throughput data, suara, dan
komunikasi video secara simultan melalui udara. Sistem FSO memiliki berbagai keterbatasan. Kelemahan FSO yang terkenal
adalah kepekaannya terhadap kondisi cuaca lokal - terutama terhadap kabut dan hujan, yang mengakibatkan hilangnya
kekuatan sinyal optik pada jalur komunikasi.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk marancang dan mengevaluasi performansi sistem komunikasi FSO pada
Telkom University dan PT Telkomsel Regional Jawa Barat menggunakan Wavelength Division Multiplexing (WDM) dengan
teknik modulasi Amplitude Shift Keying (ASK) dan menyoroti beberapa faktor yang akan mempengaruhi kualitas
pengiriman data, diantaranya pada kondisi kabut dan hujan.
Penelitian ini melakukan perancangan komunikasi dengan menggunakan teknologi FSO pada Telkom University dan
PT Telkomsel Regional Jawa Barat. Setelah itu, menganalisis pengaruh redaman cuaca hujan dan kabut menggunakan WDM
dengan teknik modulasi ASK terhadap transmisi data. Cuaca yang digunakan berdasarkan cuaca umum yang terjadi pada
lokasi perancangan. cuaca tersebut meliputi cuaca cerah, hujan ringan, hujan sedang, hujan lebat dan hujan sangat lebat.
Setelah dilakukan optimasi pada setiap parameter berdasarkan struktur prioritas, diketahui bahwa untuk cuaca cerah dan
hujan ringan memiliki nilai parameter yang paling efisien dibandingkan nilai parameter pada cuaca lainnya. Pada kondisi
tersebut laju data sebesar 9.0 gbps berhasil diciptakan dengan parameter yang digunakan pada kedua cuaca tersebut adalah 35
dBm pada parameter optical amplifier gain, 30 dBm pada daya LASER dan receiver aperture yang digunakan sebesar 30cm.
Cuaca yang menggunakan nilai parameter terbesar yang di input pada proses optimasi terjadi pada kondisi cuaca hujan sangat
lebat. Untuk parameter dengan nilai redaman sebesar 13.86 dB/Km, dirancang laju bit 4.0 Gbps. Daya LESER yang
digunakan 36.02 dBm., nilai receiver aperture yang digunakan adalah sebesar 50 cm. dan optical amplifier gain yang
digunakan adalah sebesar 52 dBm.
Kata Kunci: sistem Automatic meter Reading, Migrasi Jaringan, RSCP, Ec/No.
Abstract
Free Space Optic (FSO) is a communication system that uses free space as a propagation medium. The FSO uses light
highlights to send full-duplex Gigabit Ethernet throughput of data, sound, and video communication simultaneously over the
air. The FSO system has various limitations. The FSO's well-known weakness is its sensitivity to local weather conditions -
especially against fog and rain, resulting in a loss of optical signal strength on communication lines.
This research was conducted with the aim of designing and evaluating the performance of FSO communication systems
at Telkom University and PT Telkomsel Regional West Java using Wavelength Division Multiplexing (WDM) with Amplitude
Shift Keying modulation techniques (ASK) and highlighting several factors that will affect the quality of data delivery,
including fog and rain conditions.
This research conducts communication design using FSO technology at Telkom University and PT Telkomsel Regional
West Java. After that, analyze the effect of rain and fog weather damping using WDM with ASK modulation techniques on data
transmission. The weather used is based on the general weather that occurs at the design location. these include sunny weather,
light rain, moderate rain, heavy rain and very heavy rain. After optimization of each parameter based on the priority structure, it
is known that for sunny weather and light rain it has the most efficient parameter value compared to the parameter value in other
weather. In these conditions the data rate of 9.0 gbps was successfully created with the parameters used in both weathers being
35 dBm on the optical amplifier gain parameter, 30 dBm on laser power and the aperture receiver used by 30cm. Weather that
uses the largest parameter value input in the optimization process occurs in very heavy rainy weather conditions. For parameters
with a damping value of 13.86 dB/Km, designed bit rate of 4.0 Gbps. LESER power used 36.02 dBm., the aperture receiver
value used is 50 cm. and the optical amplifier gain used is 52 dBm.
Keywords: automatic meter reading system, network migration, RSCP, Ec/No

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0