Analisis Produksi Energi Listrik Sistem Sedimen Sel Tunam Mikroba Dengan Menggunakan Limbah Cair Tahu Sebagai Substrat

Elza Anggia Putri, M. Ramdlan Kirom, Endang Rosdiana

Abstract

Abstrak
Energi fosil membutuhkan alternatif berupa energi yang dapat diperbarui. Saat ini energi
terbarukan yang sedang dikembangkan yaitu sel tunam mikroba (STM) yang merupakan sistem yang
dapat menghasilkan listrik dari substrat dengan kandungan bahan organik yang dioksidasi oleh
mikroorganisme sebagai katalis. Di Indonesia banyak tersebar industri kecil pembuatan tahu yang tidak
memiliki saluran pembuangan limbah yang memenuhi standar baku mutu, sehingga pembuangan limbah
secara langsung ke sungai atau badan air dapat menimbulkan pencemaran. Penggunaan limbah cair tahu
selain untuk mengurangi pembuangan limbah yang dapat menjadi polutan dipilih karena masih
mengandung bahan organik berupa protein, karbohidrat, dan lemak yang dapat dimanfaatkan sebagai
sumber energi untuk metabolisme bakteri. Penelitian kali ini menggunakan tipe reaktor single chamber
yang berjenis sedimen sel tunam mikroba. Sedimen terdiri dari lumpur sawah disekitar Telkom University
yang dicampur dengan bahan organik berupa limbah cair tahu dari Pabrik Tahu Jl. Nyalindung di daerah
Dago, Bandung. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa reaktor I yang berisi lumpur sawah sebanyak
800 ml memiliki rata rata tegangan, arus, dan rapat daya yang paling besar selama 15 hari penelitian yaitu
dengan nilai masing masing 0,573 V, 0,306 mA, dan 745,762 mW/m2. Pada penelitian ini adaptasi
mikroorganisme pada lumpur sawah sebagai sumber bakteri akan lebih lama apabila volume limbah cair
tahu yang ditambahkan lebih banyak dibandingkan volume lumpur sawah, karena penambahan limbah
cair tahu memiliki pH rendah sehingga mikroorganisme membutuhkan waktu beradaptasi dengan kondisi
baru agar didapatkan kondisi optimum untuk aktivitas metabolisme berlangsung sehingga dapat
menghasilkan elektron.
Kata kunci: sel tunam mikroba, sedimen, lumpur sawah, limbah cair tahu.
Abstract
Fossil energy needs an alternative which can be renewable. Currently, the renewable energy that
is being developed is the microbial fuel cell (MFC), which is a system that can generate electricity from a
substrate containing organic material which is oxidized by microorganisms as a catalyst. In Indonesia, a lot
of small industries of tofu factory do not have sewage drains which meet quality standards, so their direct
disposal of waste into rivers or water bodies can cause pollution. The use of tofu wastewater in addition to
reduce the disposal of waste which can become pollutants was chosen because tofu wastewater still contains
organic materials which are protein, carbohydrates and fats which can be used as an energy source for
bacterial metabolism. This research used a single chamber reactor type, which is a type of sediment
microbial fuel cell. The sediment consists of paddy mud around Telkom University mixed with organic
material in the form of tofu wastewater from the Tofu Factory Jl. Nyalindung in Dago, Bandung. The results
of the study showed that reactor I containing 800 ml of paddy mud had the greatest average voltage, current,
and power density during the 15 days of the research, with respective values of 0.573 V, 0.306 mA, and
745.762 mW/m2. In this research, the adaptation of microorganisms in paddy mud as the source of bacteria
will take longer time if the added volume of tofu wastewater is more than the volume of paddy mud, because
the addition of tofu liquid waste has a low pH, so microorganisms need time to adapt to new conditions in
order to obtain the optimum conditions for metabolism activity so that it can produce electrons.
Keywords: microbial fuel cell, sediment, paddy mud, tofu wastewater

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0