Pengaruh Variasi Perbandingan Volume Substrat Antara Lumpur Dan Limbah Kulit Kentang Terhadap Produksi Energi Listrik Dalam Sistem Sediment Microbial Fuel Cell (smfc)

Lanny Arthatika Adelin, M. Ramdlan Kirom, Endang Rosdiana

Abstract

Abstrak
Energi listrik adalah energi dengan permintaan tertinggi dan akan terus naik
tahun ke tahun. Saat ini, sebagian besar energi listrik masih diperoleh dari energi
fosil. Meningkatnya kebutuhan listrik akan berakibat pada peningkatan
pemanfaatan energi fosil dan akhirnya membawa masalah ketersediaan. Hal ini
dikarenakan energi fosil tidak bersifat terbarukan, sehingga butuh puluhan tahun
untuk dapat memperoleh energi ini kembali apabila ketersediaannya menipis.
Sehingga, kemampuan energi fosil untuk memenuhi kebutuhan listrik mulai
dikhawatirkan. Pada percobaan ini, teknologi konversi energi Sediment Microbial
Fuel Cell (SMFC) dimanfaatkan sebagai solusi dalam memperoleh energi listrik
yang sifatnya terbarukan dan tentunya lebih ramah lingkungan. SMFC adalah salah
satu teknologi konversi energi yang memanfaatkan substrat berupa limbah organik
dan sedimen berupa lumpur untuk menghasilkan energi listrik. Pada percobaan ini,
substrat yang digunakan adalah limbah kulit kentang dan lumpur sawah sebagai
sedimen. Jumlah reaktor yang digunakan sebanyak 8 buah, di mana setiap reaktor
dilakukan variasi volume substrat, yaitu volume antara lumpur dan limbah dengan
volume total substrat per reaktor adalah 800mL. Limbah kulit kentang yang
dimanfaatkan berwujud cair dengan cara dihaluskan dahulu dengan air lalu
disaring. Pengukuran tegangan dan arus dilakukan selama 15 hari dengan
pengambilan data setiap 2 jam selama 15 jam per hari. Pada percobaan ini diperoleh
produksi tegangan dan arus paling stabil pada Reaktor 5, dengan perbandingan
volume lumpur dan limbah kulit kentang masing-masing 600mL dan 200mL.
Reaktor 5 juga menghasilkan nilai daya rata-rata paling tinggi dari reaktor lain yaitu
sebesar 206 ��$�#. Sehingga pada penelitian ini, Reaktor 5 paling berpotensi
menghasilkan daya listrik.
Kata Kunci: Microbial fuel cell, single chamber SMFC, limbah kulit kentang,
lumpur sawah.
ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.8, No.1 Februari 2021 | Page 423Abstract
Electrical energy is an energy with the highest demand and will continue to
increase every year. Currently, most of electrical energy is still obtained from fossil
energy which will cause a problem because the increasing demand of electricity
will have an impact on increasing the use of fossil energy. The increasing electricity
demand will lead to avaibility of fossil energy problem since fossil is not a
renewable energy, it takes decades to be produced before is used on electricity
producing. In this experiment, the Sediment Microbial Fuel Cell (SMFC) energy
conversion technology was used as a solution in obtaining renewable electrical
energy and of course more environmentally friendly. SMFC is an energy conversion
technology that utilizes a substrate in the form of organic waste and sediment in the
form of sludge to produce electrical energy. In this experiment, the substrate used
was potato skin waste and field rice mud as sediment. The number of reactors used
is 8 units, where each reactor varies the volume of the substrate which are potato
skin waste and rice field mud. The total substrate volume on each reactor is 800mL.
Potato skin waste which is used is liquid by blended it with water and then filtering
it. Voltage and current measurements were carried out for 15 days with data
collection every 2 hours for 12 hours per day. In this experiment, the most stable
production of voltage and current was obtained at Reactor 5 with ratio volume of
the sludge and waste potato skins are 600mL and 200mL respectively. So that in
this study, Reactor 5 has the most potential to produce electric power.
Keyword : Microbial fuel cell, single chamber SMFC, potato peels waste, field rice
mud

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :-1