Estimasi Risiko Kegagalan Dan Usulan Kebijakan Paper Pada Mesin Huron Di Pt.xyz Menggunakan Metode Risk Based Maintenance (rbm)

Fisyaiful Amir, Judi Alhilman, Aji Pamoso

Abstract

Abstrak
Dalam dunia perindustrian sekarang ini mesin dapat diibaratkan sebagai jantung dari proses produksi,
dimana saat mesin mengalami kerusakan maka proses produksi dapat terhambat ataupun dapat berhenti
total tergantung seberapa parah kerusakan yang dialami mesin. Maka dari itu perawatan dan
pemeliharaan mesin sangat dibutuhkan demi tercapainya proses produksi yang lancar dan dapat
meminimalkan gangguan dalam proses produksi. PT.XYZ merupakan perusahaan industri manufaktur
yang bergerak dalam pembuatan produk alat berat militer dan komersil. Pada penelitian kali ini penulis
memilih Mesin Huron sebagai objek karena Mesin tersebut digunakan untuk proses yang penting dan
mempunyai tingkat kerusakan paling tinggi diantara mesin lainnya. Mesin Huron merupakan mesin yang
berfungsi untuk melakukan proses produksi komponen-komponen yang berukuran kecil sampai
menengah seperti part komponen kapal laut, excavator, dan lain-lain. Mesin ini adalah mesin frais yang
dimiliki oleh PT.XYZ. Pada penelitian kali ini penulis memfokuskan pengolahan data ke 2 komponen
kritis yaitu Relay KA 1 dan Limit Switch. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan dengan metode Risk
Based Maintenance, Mesin Bartek memiliki risiko sebesar Rp 235.744.047 (0,39%). Risiko tersebut
melewati kriteria penerimaaan perusahaan yaitu Rp 179.712.000 (0,30% pendapatan per tahun) maka
dari itu diperlukannya Interval Perawatan. Interval Perawatan pada komponen Relay KA1 1578.98 jam
dan Limit Switch 1878,79 jam.
Kata Kunci: Maintenance, Failure Mode Effect and Analysis, Risk Based Maintenance.
Abstract
In today's industrial world, the machine can be likened as the heart of the production process, where when the
machine is damaged then the production process can be hampered or can stop completely depending on how
severe the damage the machine suffers. Therefore, the maintenance and maintenance of the machine is needed in
order to achieve a smooth production process and can minimize interference in the production process. Pt. XYZ
is a manufacturing industry company engaged in the manufacture of military and commercial heavy equipment
products. In this study, the authors chose the Huron Machine as an object because it is used for important
processes and has the highest level of damage among other machines. Huron engine is an engine that serves to
carry out the production process of small to medium-sized components such as marine component parts,
excavators, and others. This machine is a frais machine owned by PT. Xyz. In this study, the authors focused
data processing on 2 critical components namely Relay KA 1 and Limit Switch. From the results of data
processing carried out by Risk Based Maintenance method, Bartek Machine has a risk of Rp 235,744,047
(0.39%). The risk passes the company's receiving criteria of Rp 179,712,000 (0.30% of revenue per year) hence
the need for Maintenance Interval. Maintenance Interval on Relay KA1 components 1578.98 hours and Limit
Switch 1878.79 hours.
Keywords: Maintenance, Failure Mode Effect and Critical Analysis, Risk Based Maintenance.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0