Analisis Load Balancing Menggunakan Algortima Optimasi Koloni Semut Dan Least Connection Pada Jaringan Software Defined Network

Putra Prawhira Desa, Favian Dewanta, Ridha Muldina Negara

Abstract

ABSTRAK
Berkembangnya teknologi dan kebutuhan terhadap informasi yang semakin tinggi
mempengaruhi kepadatan yang terjadi pada sebuah traffic jaringan. Semakin banyak user yang
melakukan permintaan terhadap sebuah server maka kepadatan pada sebuah traffic akan meningkat.
Keadaan seperti ini dapat mengakibatkan kualitas sebuah jaringan menurun, hal ini dapat dilihat
dari parameter QOS yang nilainya akan menurun.
Salah satu cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan load balancing. Load
balancing adalah proses pendistribusian beban pada suatu jaringan secara merata. Tugas akhir ini
akan melakukan simulasi load balancing dengan algoritma optimasi koloni semut dan algoritma
least connection, yang dilakukan dengan menggunakan opendaylight controller dan disimulasikan
pada topologi Abilene dengan 16 host dan 11 switch.
Dari hasil pengujian dan analisis, penulis dapat menyimpulkan bahwa load balancing
dengan menggunakan algoritma least connection lebih efektif dibandingkan load balancing dengan
menggunakan algoritma optimasi koloni semut. Hal itu dibuktikan dengan nilai efektifitas pada
algoritma least connection lebih besar 1,5 % untuk throughput, 2 % untuk delay, dan nilai jitter
yang diperoleh lebih kecil 0.005 millisecond atau 1,1% dibandingkan dengan algoritma optimasi
koloni semut. Hal tersebut terjadi karena algoritma optimasi koloni semut membutuhkan waktu
lebih lama untuk pencarian jalur terbaik dibandingkan dengan algoritma least connection.
Kata kunci : SDN, Load balancing, Optimasi Koloni Semut, Least Connection, Quality of Service
ABSTRACT
The development of technology and the need for higher information affect the density that
occurs in network traffic. The more users who make requests to a server, the density of traffic will
increase. Conditions like this can cause the quality of a network to decline, this can be seen from
the QOS parameter whose value will decrease.
One way to solve this problem is to do load balancing. Load balancing is the process of
distributing loads on a network evenly. In this final project, a load balancing simulation will be
carried out using the ant colony optimization algorithm and the least connection algorithm using
the opendaylight controller and formulated on the Abilene topology with 16 hosts and 11 switches.
From the results of testing and analysis, it can be concluded that the performance of load
balancing using the least connection algorithm is more effective than that of load balancing using
the ant colony optimization algorithm. This is proven by the value of the effectiveness of the least
connection algorithm greater than 1.5% for the throughput, 2% for the delay, and the value of the
jitter is 0.005 millisecond or 1.1% smaller than the ant colony optimization algorithm. This is
influenced by the fact that the ant colony optimization algorithm takes longer time to search for the
best path with respect to the least connection algorithm..
Keyword : SDN, Load balancing, Ant Colony Optimization, Least Connection, Quality of Service

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0