Iot (internet Of Things) Navigasi Drone Berdasarkan Waypoint

Alfiandy Alfiandy, Suprayogi Suprayogi, Nurwulan Fitriyanti

Abstract

Abstrak
Umumnya pada pengoperasian drone atau pesawat tanpa awak terdiri atas dua macam sistem pengendalian,
yaitu menggunakan remote control dan secara automous (auto pilot). Untuk sistem pengendalian secara auto pilot,
sebelumnya harus menggunakan titik-titik koordinat (waypoint) yang berfungsi sebagai rute perjalanan drone.
Untuk penentuan titik koordinat menggunakan software yang bernama Mission Planner. Dimana pada Mission
Planner ini, titik koordinat yang kita sudah atur akan disimpan dan datanya akan dikirim ke flight controller si
wahana drone, yang nantinya akan terbang sesuai dengan titik koordinat yang sudah dibuat di Mission Planner.
Pada penelitian kali ini dibuat sebuah transisi aplikasi yang fungsinya sama dengan mission planner yaitu simulasi
penentuan waypoint (titik koordinat) jalur terbang drone. Bedanya dengan mission planner kita bisa membuat
waypoint nya lewat smartphone (android) sedangkan mission planner hanya bisa diakses melalui PC (laptop).
Mengganti komunikasi telemetry drone dengan menggunakan komunikasi jaringan 4G. Kelebihan lain dari transisi
aplikasi ini yaitu penentuan waypoint (titik koordinat) bisa dilakukan lewat smartphone tidak lagi menggunakan
PC (laptop). Untuk antar koneksinya, aplikasi tersebut bisa terhubung dengan jaringan 4G sehingga tidak lagi
menggunakan dua telemetry yang dihubungkan di smartphone dan drone. Untuk ketinggian terbangnya sendiri
menggunakan ketinggian 3 meter dan 5 meter dengan jarak berkisar 46 meter sampai 162 meter dengan pengujian
waypoint yang bervariasi (7 waypoint, 10 waypoint, dan 14 waypoint). Perbandingan selisih antara menggunakan
telemetry dengan jaringan 4G tidak jauh berbeda, telemetry dengan selisih error 0,111 meter sedangkan jaringan
4G selisih error nya 0,157 meter.
Kata kunci : Remote control, drone, auto pilot, waypoint, mission planner, telemetry
Abstract
Operation of drones or drones on two systems, namely using remote control and automous (auto pilot).
Previously, the automatic control system had to use waypoints which served as routes for the drone journey. To
determine the coordinates using a software called Mission Planner. Where in this Mission Planner, the coordinate
points that we have set will be stored and the data will be sent to the flight controller of the drone vehicle, which
will then fly according to the coordinate points that have been made in Mission Planner. In this research, an
application transition has been made that has the same function as a mission planner, namely a simulation of
determining the waypoint (coordinate point) of the flight path of a drone vehicle. The difference with our mission
planner is that we can create a waypoint via a smartphone (android), while the mission planner can only be
accessed via a PC (laptop). Replacing telemetry drone communication by using 4G network communication.
Another advantage of this application transition is that the determination of waypoints (coordinate points) can be
done via a smartphone, no longer using a PC (laptop). For interconnections, the application can be connected to
the 4G network so that it no longer uses two telemetry connected on smartphones and drones. For the flying height
itself, it uses a height of 3 meters and 5 meters with a distance ranging from 46 meters to 162 meters with various
waypoint tests (7 waypoints, 10 waypoints, and 14 waypoints). The comparison of the difference between using
telemetry and 4G networks is not much different, telemetry is with an error difference of 0.111 meters while the
4G network has an error difference of 0.157 meters.
Keywords: Remote control, drone, auto pilot, waypoint, mission planner, telemetry

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0