Mengolah Oli Pelumas Bekas Menjadi Bahan Bakar Solar Dengan Asam Sulfat Dan Tea (triethylamine)

Muhammad Alif Ghifari, Suwandi Suwandi, Amaliyah R. I. U

Abstract

Abstrak
Limbah oli bekas yang termasuk dalam kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menurut Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014. Limbah oli bekas tidak dapat dibuang begitu saja
dan harus diperlakukan secara khusus yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, limbah
oli bekas harus diperlakukan secara khusus agar tidak membahayakan. Pada penelitian ini, Limbah oli
bekas dapat dirubah menjadi solar dengan cara mencampurkan oli bekas dengan asam sulfat (H2SO4) dan
TEA (Triethylamine). Oli bekas akan dicampur dengan asam sulfat dengan perbandingan volume 33%,
20%, dan 14%. Lalu oli bekas yang telah dicampur dengan asam sulfat dicampur dengan TEA dengan
perbandingan volume 2%, 3%, dan 4%. Parameter yang akan digunakan pada penelitian ini adalah
densitas, flash point, nilai kalor, dan bilangan asam total. Hasil analisis menunjukan bahwa hanya sampel
2 yang miliki nilai densitas yang sesuai dengan standar. Untuk flash point, hanya sampel 9 yang memiliki
nilai yang sesuai dengan standar. Hanya sampel 9 yang diukur nilai kalor dan bilangan asamnya. Hasil
pengukuran nilai kalor sampel 9 memiliki nilai 74,6% lebih rendah dari solar. Sementara bilangan asam
sampel 9 memiliki nilai 84% lebih tinggi dari solar.
Kata kunci : asam sulfat (H2SO4), TEA (Triethylamine), nilai kalor, flash point, bilangan asam total, dan
densitas.
Abstract
Used oil waste is included in the category of Hazardous and Toxic Materials (B3) according to the
Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 101 of 2014. Used oil waste cannot be thrown
away and must be treated specifically in accordance with applicable regulations. Therefore, used oil waste
must be treated specifically so that it is not dangerous. In this study, used oil waste can be converted into
diesel by mixing used oil with sulfuric acid (H2SO4) and TEA (Triethylamine). The used oil will be mixed
with sulfuric acid in a volume ratio of 33%, 20%, and 14%. Then used oil that has been mixed with sulfuric
acid is mixed with TEA with a volume ratio of 2%, 3% and 4%. The parameters that will be used in this
research are density, flash point, heating value, and total acid number. The results of the analysis show that
only sample 2 has a value in accordance with the standard. For flash point, only sample 9 has a value that
conforms to the standard. There are no samples that have a heating value and acid value in accordance with
the standard. Only sample 9 measured its calorific value and acid number. The measurement results of the
heating value of sample 9 have a value of 74.6% lower than diesel. While the acid number of sample 9 has
a value of 84% higher than diesel.
Keywords: sulfuric acid (H2SO4), TEA (Triethylamine), heating value, flash point, total acid number, and
density.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0