Analisis Kelayakan Usaha Sate Gurih Jigans Ditinjau Dari Aspekpasar Dan Pemasaran, Aspek Teknis, Dan Aspek Finansial

Deva markano, Boby Hera Sagita, Maria Dellarosawati Idawicaksakti

Abstract

Abstrak
Usaha Mikro kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menjalankan roda perekonomian
Indonesia. Hal tersebut dapat ditunjukan dengan kontribusi UMKM dalam Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar
36,82% terhadap keseluruhan PDB. Salah bidang yang berkembang pesat adalah usaha di bidang kuliner. Di Jawa
Barat terdapat 1.694 restaurant yang terdaftar dan beroperasi. Dari jumlah tersebut sejumlah 467 tersebar di
Bandung. Hal ini menunjukan bahwa kota bandung memiliki peran yang besar dalam perkembangan UMKM
khususnya yang bergerak di bidang kuliner. Tidak hanya itu kota bandung juga dinobatkan sebagai destinasi
kuliner di Indonesia. Meninjau opportunity yang besar untuk membangun usaha dibidang kuliner maka didirikan
usaha SATE GURIH JIGANS. Namun untuk sampai pada pembukaan usaha tersebut perlu adanya peninjauan
terkait kelayakan usaha SATE GURIH JIGANS untuk dijalankan selama 5 tahun ke dapan. Dalam penelitian ini
akan ditinjau seberapa layak usaha SATE GURIH JIGANS untuk dijalankan dilihat dari aspek pasar dan
pemasaran, aspek teknis dan aspek finansial. Dalam menentukan kelayakan usaha, digunakan indikator NPV,IRR,
dan PBP. Data yang didapat dari hasil ppengolahan data menunjukan nilai NPV sebesar Rp. 533.586.430, nilai
IRR sebesar 62% dan nilai PBP sebesar 2,37. Berdasarkan hasil pengolahan yang dilakukan, usaha SATE GURIH
JIGANS dikatakan layak untuk dijalankan.
Kata kunci : UMKM, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek finansial, kelayakan usaha
Abstract
Micro, small and medium enterprises (MSMEs) play an important role in running the wheels of the Indonesian
economy. This can be shown by the contribution of MSMEs in the Gross Domestic Product (GDP) of 36.82% of
the total GDP. One of the fastest growing fields is business in the culinary field. In West Java there are 1,694
restaurants registered and operating. Of these, 467 are spread across Bandung. This shows that the city of Bandung
has a big role in the development of MSMEs, especially those engaged in the culinary field. Not only that, the city
of Bandung has also been named a culinary destination in Indonesia. Looking at the great opportunity to build a
business in the culinary field, the SATE GURIH JIGANS business was founded. However, to arrive at the opening
of the business, it is necessary to have a review regarding the feasibility of the SATE GURIH JIGANS business
to be run for the next 5 years. In this research, it will be reviewed how feasible the SATE GURIH JIGANS business
is to run from the market and marketing aspects, technical aspects and financial aspects. In determining business
feasibility, the NPV, IRR, and PBP indicators are used. The data obtained from the results of data processing
shows the NPV value of Rp. 533.586.430, the IRR value was 62% and the PBP value was 2.37. Based on the
results of the processing carried out, the SATE GURIH JIGANS business is said to be feasible to run.
Keywords: MSME, market and marketing aspects, technical aspects, financial aspects, business

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :-1