Perancangan Perbaikan Komunikasi Pemasaran Pada Bisnis Getranke Menggunakan Metode Benchmarking

Raden Bagus Tri Nugroho, Budi Praptono, Maria Dellarosawati

Abstract

Abstrak
Getranke merupakan suatu usaha yang bergerak di bidang kuliner yang sedang berkembang di Kota Makassar,
Sulawesi Selatan didirikan pada tahun 2016. Getranke menggunakan bahan berkualitas dengan harga jual yang
ekonomis, produk yang ditawarkan memiliki berbagai macam rasa seperti Thai Tea, Green Tea, Red Velvet, Chocolate
dan Taro. Getranke sendiri berasal dari bahasa Jerman yang memiliki arti “Minumanâ€. Masalah yang terdapat pada
Getranke yaitu penjualan yang cenderung naik turun setiap bulannya, dimana sering terjadi tidak tercapainya target
penjualan dan memiliki penjualan yang paling sedikit dibandingkan dengan kompetitornya. Permasalahan pada
Getranke berasal dari program komunikasi pemasaran yang dijalankan kurang maksimal. Oleh karena itu perlu adanya
perbaikan dalam penerapan program komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Getranke untuk memasarkan
produknya. Perbaikan ini dilakukan bertujuan untuk meingkatkan Brand Awareness pada masyarakat Kota Makassar.
Pada penilitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi program komunikasi pemasaran pada Getranke untuk
meningkatkan penjualan dan Brand Awareness dengan menggunakan metode Benchmarking dengan tools Analytical
Hierarchy Process (AHP). Metode Benchmarking digunakan untuk mendapatkan rancangan komunikasi pemasaran
terbaik dari kompetitor atau pesaing Getranke. Sedangkan, Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk
menentukan partner benchmark yang tepat untuk Getranke berdasarkan program komunikasi pemasaran pesaing.
Rekomendasi program komunikasi pemasaran pada penilitian ini adalah menggunakan serta menerapkan Copywriting
yang tepat dan sesuai, menambahkan jumlah alternatif promosi berupa hadiah, megikuti komunitas pada bidang
kuliner, menggunakan e-marketplace, website, instagram, melakukan sponsorship, penambahan aplikasi broadcast
message, melakukan Kerjasama dengan bidang kuliner makanan dan penambahan outlet.
Kata kunci : Analytical Hierarchy Process, Becnhmarking, Getranke, Program Komunikasi Pemasaran.
Abstract
Getranke is a culinary business that is growing in Makassar City, South Sulawesi, founded in 2016. Getranke uses
quality ingredients at an economical selling price, the products offered have various flavors such as Thai Tea, Green
Tea, Red Velvet, Chocolate and Taro. Getranke itself comes from German which means "drink". The problem with
Getranke is that sales tend to fluctuate every month, where it often doesn't reach sales targets and has the least sales
compared to its competitors. The problem with Getranke comes from the marketing communication program that is
not being run optimally. Therefore there needs to be an improvement in the application of the marketing
communication program carried out by Getranke to market its products. This improvement was carried out aimed at
increasing Brand Awareness in the people of Makassar City. This study aims to formulate a marketing communication
program recommendation at Getranke to increase sales and Brand Awareness by using the Benchmarking method
with Analytical Hierarchy Process (AHP) tools. Benchmarking method is used to get the best marketing
communication design from Getranke's competitors or competitors. Meanwhile, the Analytical Hierarchy Process
(AHP) was used to determine the right benchmark partner for Getranke based on a competitor's marketing
communication program. The recommendations for the marketing communication program in this study are to use
and apply appropriate copywriting, add a number of alternative promotions in the form of prizes, join the community
in the culinary field, use e-marketplaces, websites, Instagram, do sponsorship, add broadcast message applications,
collaborate with the culinary field of food and the addition of outlets.
Keywords : Analytical Hierarchy Process, Benchmarking, Getranke, Marketing Communication Program

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0