Pengembangan Bisnis Pada Usaha Kavling Produktif Perkebunan Kelapa Dengan Menggunakan Metode Business Model Canvas (bmc)

Ramadhan Sinaga, Wawan Tripiawan

Abstract

Grand Coco Village adalah usaha kavling produktif perkebunan kelapa yang terintegrasi dengan argo industri dan wisata yang merupakan salah satu investasi jangka panjang yang aman. Ada beberapa faktor tanaman kelapa menjadi produk utama dari Grand Coco Village yaitu bahan baku tanaman kelapa di Indonesia yang melimpah, tidak bisa disubtitusi, minim kompetitor, pasar luas dan bebas, serta nilai ekonomi yang tinggi. Akan tetapi, akibat dari pandemi corona (Covid-19) ekonomi Indonesia menjadi lesu dan berdampak pada seluruh sektor industri di Indonesia. Grand Coco Village juga menjadi salah satu bisnis yang merasakan kerugian akibat pandemi ini. Dampak yang dialami oleh perusahaan antara lain yaitu terhentinya perluasan kebun karena investor berhenti mengeluarkan dana dan pembeli produk yang melakukan pemutusan transaksi. Selain itu, kegiatan pemasaran secara offline juga terhenti akibat pandemi ini. Penelitian ini dilakukan agar dapat memberikan usulan pengembangan bisnis dengan menggunakan metode Business Model Canvas. Melalui business model canvas ini Grand Coco Village akan lebih mudah dalam menggambarkan masalah-masalah yang akan dihadapi pada setiap bagiannya serta dapat melakukan penanggulangan dan adaptasi dari masalah tersebut sehingga dapat mempertahankan bisnisnya. Hasil dari pengembangan bisnis menggunakan business model canvas ini memberikan beberapa usulan empat dari sembilan blok yang ada untuk dilakukan peningkatan. Empat blok itu adalah key activities, key resources, value preposition, dan channels. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan perancangan aplikasi terintegrasi yang dapat memudahkan dalam proses pembayaran, peninjauan pembangunan dan perawatan kavling tanah Grand Coco Village.. Kata kunci : Grand Coco Village, Business Model Canvas, SWOT

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0