Analisis Respon Masyarakat Terhadap Pandemi Covid-19 Pada Media Sosial Twitter Menggunakan Metode Social Network Analysis

Intania Eka Yanti, Oktariani Nurul Pratiwi, Riska Yanu Fa’rifah

Abstract

Sejak munculnya berita tentang virus baru yaitu Covid-19 di Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Para ahli kesehatan mulai meningkatkan kewaspadaan, virus Covid-19 ini penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan. Dengan itu kasus Covid-19 di Indonesia menjadi meningkat dan tercatat di situs worldometers.info/coronavirus, desas-desus informasi yang menyesatkan dan teori konspirasi beredar di media sosial Twitter. Dari kasus tersebut peneliti ingin menjadikan konspirasi percaya dan tidak percaya sebagai keyword dalam objek sosial media Twitter, yang dilakukan menggunakan Social Network Analysis. Dari hasil analisis tersebut, dapat mengidentifikasi pemeran kunci (centrality) dan mengetahui jaringan yang unggul (network properties). Hasil dari penelitian ini menunjukkan perhitungan centrality pada kasus percaya Covid-19 dipegang aktor arie_kriting dengan score nilai nilai modularity 0,796, in-degree 925 dan out- degree 0, degree 925. betweenness centrality 11.0 dan closeness centrality 1.0. Untuk kasus tidak percaya Covid-19 dipegang oleh aktor jokowi, wanheartmadu dengan skor nilai modularity 0.957, in-degree 21 dan out-degree 36, degree 36, betweenness centrality 84,0 dan closeness centrality 1.0. Sedangkan perhitungan network properties kasus percaya covid-19 dan kasus tidak percaya Covid-19 memiliki hasil jaringan unggul yang berbeda-beda baik nodes, edges, average degree, average weighted degree, network diameter, modularity dan average path length. Kata kunci: Social Network Analysis (SNA), Covid-19, Twitter, Percaya dan Tidak Percaya

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0