Perancangan Perbaikan Positioning Saint Barkley Berdasarkan Perceptual Mapping Dengan Metode Multidimensional Scaling

Authors

DOI:

https://doi.org/10.34818/eoe.v8i6.17292

Abstract

Saint Barkley merupakan sebuah brand lokal Indonesia yang bergerak di industri fashion yang berdiri sejak tahun 2012 di Kota Bandung. Saint Barkley saat ini sedang mengalami beberapa permasalahan, yaitu antara lain rendahnya market share, terdapat brand switching pelanggan Saint Barkley ke brand lain, dan rendahnya brand awareness konsumen terhadap Saint Barkley. Kondisi-kondisi tersebut mengindikasikan bahwa Saint Barkley memiliki permasalahan positioning karena lemahnya citra brand Saint Barkley di benak konsumen. Maka dari itu diperlukan perancangan strategi positioning serta menciptakan keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam pembelian sepatu lokal, memperlihatkan positioning Saint Barkley berdasarkan perceptual mapping menggunakan multidimensional scaling, serta melakukan perancangan sistem terintegrasi untuk perbaikan positioning Saint Barkley. Pada penelitian ini atribut yang digunakan adalah desain produk, kualitas bahan, popularitas brand, citra brand, nilai estetika, variasi warna, variasi jenis produk, kualitas jahitan, harga dan daya tahan produk. Teknik pengambilan sampel menggunakan Snowball Sampling di Bandung. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 120 responden. Berdasarkan hasil perceptual mapping didapatkan ada 3 wilayah persaingan, dimana brand Saint Barkley berada satu wilayah dan bersaing langsung dengan brand Patrobas. Hasil penelitian ini adalah perbaikan atribut popularitas brand, desain produk, kualitas bahan, variasi warna, dan variasi jenis produk. Kata kunci : Saint Barkley, Positioning, Perceptual Mapping, Multidimensional Scaling, Atribut, Sepatu Lokal.

References

[1] Arman, A. A., & Sidik, P. A. (2019). Measurement of Engagement Rate in Instagram (Case Study: Instagram

Indonesian Government Ministry and Institutions). 2019 International Conference On ICT For Smart Society

(ICISS).

[2] Brunet, J., Colbert, F., Laporte, S., Legoux, R., Lussier, B., Taboubi, S., & Geha, J. (2018). Marketing

management (2nd ed.). CHENELIERE EDUCATION

[3] Darren, G. (2018). 4 Reasons Why Brand Switching Happens (And How to Fight It). Dotactiv.com. Retrieved 1

November 2021, from https://www.dotactiv.com/blog/why-brand-switching-happens.

[4] Kartajaya, H., Kotler, P., & Setiawan, I. (2018). Marketing 4.0. John Wiley & Sons, Inc

[5] Konuk, F. A. dan Altuna, O. K. (2011). Brand Positioning Through Multidimensional Scaling: A Study In The

Turkish Market Shampoo. International Journal of Human Social Sciences and Humanity Studies. Vol 3, No 2,

2011 ISSN: 1309-8063

[6] Kotler, P., Armstrong, G., & Opresnik, M. (2016). Principles of marketing. Pearson Education.

[7] Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education Limited.

[8] Laiwechpittaya, T., & Udomkit, N. (2013). A Matter of Shoes: The Analysis of Desired Attributes of Shoes and

Its Retail Shops from Bangkok Consumers’ Perspectives. International Journal Of Marketing Studies, 5(2).

[9] Malhotra, N. K., Nunan, D., & Birks, D. F. (2017). Marketing Research: An Applied Approach (Fifth Ed). Pearson

[10]Wind, Y. (1990). Positioning Analysis and Strategy. The Interface of Marketing Strategy.

Downloads

Published

2021-12-01

Issue

Pages

12330-12337

Section

Program Studi S1 Teknik Industri