Penutupan Celah Keamanan Menggunakan Metode Hardening Studi Kasus: Cloudfri Closing Security Vocations Using The Hardening Method Case Study: Cloudfri
DOI:
https://doi.org/10.34818/eoe.v9i2.17635Abstract
Abstrak Security Hardening merupakan metode yang ditujukan untuk meningkatkan keamanan suatu sistem agar suatu sistem tidak mudah dieksploitasi atau diserang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kerentanan yang ada pada aplikasi berbasis website tap2go.cloudfri sekaligus menganalisis dan melakukan prosedur hardening pada website. Penelitian ini menggunakan metode Security Hardening sebagai panduan penelitian. Saat menggunakan metode security hardening dilakukan juga pengujian vulnerability scanning dan penetration testing. Hasil penelitian ini berupa analisis vulnerability scanning dan penetration testing. Kerentanan yang ditemukan yaitu kerentanan terhadap serangan DDoS, komunikasi yang tidak terenkripsi, tidak terpasangnya AntiClickJacking dan penggunaan SSl/TLS yang telah usang. Penetration testing yang dilakukan yaitu simulasi penyerangan DDos, Drupalgeddon, Interception dan SQL Ijection. Hasil penetration testing didapati sistem tersebut telah aman dari serangan SQL injection karena sudah terdapatnya firewall untuk menahan serangan tersebut sebaliknya untuk jenis serangan lainnya sistem tersebut belum aman dan perlu dilakukan konfigurasi ulang pada web server untuk meminialisir celah keamanan yang terdapat pada aplikasi berbasis website tap2go.cloudfri. Kata Kunci : Security Hardening, vulnerability, Penetration Testing. Abstract Security Hardening is a method aimed at increasing the security of a system so that a system is not easily exploited or attacked by irresponsible parties. This study aims to identify vulnerabilities that exist in the tap2go.cloudfri website-based application as well as analyze and perform hardening procedures on the website. This study uses the Security Hardening method as a research guide. When using the security hardening method, vulnerability scanning and penetration testing are also carried out. The results of this study are analysis of vulnerability scanning and penetration testing. The vulnerabilities found were vulnerability to DDoS attacks, unencrypted communications, non-installation of AntiClickJacking and outdated use of SSL/TLS. Penetration testing carried out is a simulation of DDos, Drupalgeddon, Interception and SQL Injection attacks. The results of the penetration testing found that the system was safe from SQL injection attacks because there was already a firewall to withstand these attacks. On the other hand, for other types of attacks, the system was not secure and needed to be reconfigured on the web server to minimize security holes in the tap2go.cloudfri websitebased application. Keywords: Security Hardening, vulnerability, Penetration Testing.References
[1] Anjar, P. (2006). Vulnerability Assessment untuk
Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Keamanan
Informasi. Jurnal Sistem Informasi, 1(2), 73-83
[2] Antunes, N., & Vieira, M. (2012). The Devils Behind
Web Application Vulnerabilities.
[3] Arbi, A. (2020). Penetration Testing Untuk Mengetahui
Kerentanan Keamanan Aplikasi Web Menggunakan
Standar OWASP 10 pada domain Web Perusahaan.
[4] Juardi, D. (2017). Kajian Vulnerability Keamanan
Jaringan Internet Menggunakan Nessus. SyntAax
Jurnal Informatika, 6(1), 11–19.
[5] Hardening Cookies in Web-based Systems for Better
System Integrity (Penambahbaikan Penggunaan
Cookie bagi Meningkatkan Integriti Sistem Berasaskan
Web), Seminar R&D 2012, 26 - 28 Sept 2012, Nuclear
Malaysia
[6] Mourad, A., Laverdi´ere, M., & Debbabi, M. (2007). A
High-Level Aspect-Oriented Based Language For
Software Security Hardening. Computer Security
Laboratory, Concordia Institute for Information
Systems Engineering, Concordia University, Montreal
(QC), Canada fmourad,ma
laver,[email protected]
[7] Mourad, A. Alhadidi, D., & Debbabi, M. (2008). CrossLanguageWeaving Approach Targeting Software
Security Hardening.
[8] Mourad, A., Laverdière, M., & Debbabi, M.
(2006). Security hardening of open source
software. 1.
https://doi.org/10.1145/1501434.1501486
[9] Mourad, A., Laverdi´ere, M., & Debbabi, M.
(2008). A Security Hardening Language Based
on Aspect-Orientation.
[10] Putra, F. A., & Purwanto, J. (2015). Perancangan
Pengamanan Jaringan Pada Perguruan Tinggi Xyz.
Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia.
[11] Prabowo, M. A., Darusalam, U., & Ningsi, S. (2020).
Perancangan Keamanan Server Linux Dengan Metode
Hardening Pada Layer 1 dan Layer 7. Jurnal Media
Informatika Budidarma, 4(3). 591-603. ISSN 2614-
5278 (media cetak), ISSN 2548-8368 (media online).
[12] PT. Inovasi Informatika Indonesia. (2020, 1 2).
Security Hardening bersama Fikri Muhammad Arifin.
Retrieved from https://i-3.co.id/: https://i-3.co.id/sesiqa-tentang-hardening-bersama-fikri-muhammadarifin/
[13] Retza, L. F. G., & Affandy. (2016). Security
Hardening Dengan Cloud Web Service Untuk
Pengamanan Website Berbasis Wordpress. 4-7



