Mobile Ground Penetrating Radar (gpr) Untuk Pemetaan Kandungan Air Pada Tanah

Authors

DOI:

https://doi.org/10.34818/eoe.v9i4.18235

Abstract

Abstrak—Pemetaan kandungan air pada tanah (KAT) sangat penting dalam berbagai bidang seperti pada bidang pertanian. Metode gravimetri biasanya merupakan metode yang umum digunakan untuk mengukur KAT. Namun, gravimetri memerlukan pengambilan sampel yang banyak, waktu yang lama dan biaya yang mahal. Salah satu metode yang dapat dijadikan alternatif adalah metode Ground Penetrating Radar (GPR). GPR adalah metode deteksi pada tanah menggunakan gelombang elektromagnetik. Dalam penelitian sebelumnya pemanfaatan GPR hanya berfokus untuk mendeteksi KAT pada satu titik. Penelitian ini, mencoba untuk menggunakan (Vector Network Analyzer) VNA yang difungsikan sebagai GPR digabungkan dengan wahana gerak untuk melakukan pemetaan KAT. Sebelum implementasi mobile GPR dilakukan, tentunya dilakukan uji deteksi KAT pada satu titik untuk melihat akurasi dari GPR. Setelah melakukan pengujian deteksi di satu titik, dilakukan implementasi mobile GPR untuk melakukan pemetaan KAT pada area luas. Pengolahan data dibantu oleh aplikasi MATLAB dan juga pemrogaman python. Hasilnya adalah berupa gambar pemetaan KAT pada suatu area. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan pengukuran dengan mobile GPR dapat mendeteksi KAT bukan hanya pada satu titik saja namun dapat dilakukan pemetaan secara menyeluruh pada suatu area. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan deteksi juga jauh lebih cepat pada pengukuran GPR. Kata kunci—ground penetrating radar, kandungan air pada tanah, c-scan, postprocessing.

References

[1] Catriona M.K.Gardner, David Robinson, Ken Blyth, and J. David Cooper, “Soil and Environmental Analysis: Physical Methods, Revised, and Expanded - Keith A. Smith ,” Marcel Dekker, pp. 1–74, 2000.

[2] E. M. Barnes et al., “Remote- and ground-based sensor techniques to map soil properties,” Photogrammetric Engineering and Remote Sensing, vol. 69, no. 6. American Society for Photogrammetry and Remote Sensing, pp. 619–630, Jun. 01, 2003.

[3] C. Ozdemir, B. Yilmaz, S. I. Keceli, H. Lezki, and O. Sutcuoglu, “Ultra Wide Band horn antenna design for Ground Penetrating Radar: A feeder practice,” 2014.

[4] K. Yoshino, K. Nyamsambuu, Y. Setiawan, and A. Elwan, “Detecting Soil Characteristics in Arid Land by Using Landsat ETM+ : Case Study of Beni-Swif, Egypt,” Desert Res. J. Japanese Soc., vol. 22, no. 1, pp. 291–294, 2012.

[5] F. Agus, R. D. Yustika, dan, and U. Haryati, “Penetapan Berat Volume Tanah.,” Buku Petunjuk Tek. Anal. Fis. Tanah, no. Analisa Fisika Tanah, pp. 1–261, 2006.

[6] D. J. Daniels, “Ground Penetrating Radar,” in Encyclopedia of RF and Microwave Engineering, Hoboken, NJ, USA: John Wiley & Sons, Inc., 2005.

[7] A. A. Pramudita and L. Sari, “Extraction model of Soil Water Content Information based on Least Square Method for GPR,” 2016 Int. Symp. Intell. Signal Process. Commun. Syst. ISPACS 2016, pp. 0–4, 2017.

[8] A. A. Pramudita, T. O. Praktika, and S. Jannah, “Radar modeling experiment using vector network analyzer,” 2020 Int. Symp. Antennas Propagation, ISAP 2020, pp. 99–100, 2021.

[9] G. C. Topp, J. L. Davis, and P. Annann, “Electromagnetic determination of soil water content : Measurements in coaxial transmission lines,” vol. 16, pp. 574–582, 1980.

[10] D. L. Corwin and S. M. Lesch, “Apparent soil electrical conductivity measurements in agriculture,” Comput. Electron. Agric., vol. 46, no. 1-3 SPEC. ISS., pp. 11–43, 2005.

[11] S. Lambot, E. Slob, D. Chavarro, M. Lubczynski, and H. Vereecken, “Measuring soil surface water content in irrigated areas of southern Tunisia using Full-waveform inversion of proximal GPR data,” Near Surf. Geophys., vol. 6, no. 6, pp. 403–410, 2008.

Downloads

Published

2022-08-01

Issue

Pages

1844-1850

Section

Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi