Sistem Kendali Penjernih Air Dengan Water Ionizer Untuk Air Minum Menggunakan Sensor Ph Dan Turbiditas

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18515

Abstrak

Air tanah yang berada diperkotaan sudah banyak yang terkontaminasi oleh limbah kimia maupun non-kimia, air tanah dirumah memiliki rata-rata pH-6,9-7,1 dan kadar kekeruhan 1-3, air ini sangat beresiko jika dikonsumsi oleh manusia karena air merupakan unsur penting untuk manusia, air yang dikonsumsi oleh manusia haruslah jernih dan bersih, kadar pH air minum biasa berkisar 7- 7,4, kadar tersebut adalah kadar normal air minum yang dikosumsi oleh manusia, kadar kekeruhan juga menjadi salah satu indikasi air untuk dijadikan air konsumsi, kadar kekeruhan air minum biasa berkisar 0- 1 NTU. Untuk memenuhi standar air minum maka dibutuhkan filtrasi, filtrasi merupakan penyaringan air dari partikel-partikel mikroorganisme ataupun kotoran yang mencemarkan air, filtrasi ini mempunyai 3 faktor, yang pertama debit air yang mengalir didalam filtrasi, lalu kadar kekeruhan air yang masuk dalam filtrasi dan media yang digunakan untuk penyaringan itu sendiri, lalu untuk menaikan kadar pH agar pH air menjadi air alkali dibutuhkan water ionizer, water Ionizer adalah alat yang dapat menaikan kadar pH air yang sudah ada, dan menghasilkan air alkali, air alkali atau air basa memliki pH diatas 8, air alkali ini diyakini dapat menstabilkan kadar pH tubuh, serta membantu mengobati beberapa penyakit pada manusia. Kata Kunci : Sistem kendali, penjernih air, air, sensor pH, sensor turbiditas, water ionizer, sistem kendali on/off

Referensi

1. Tjutju Susana, “AIR SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN.,” Oseana, Volume XXVIII, Nomor 3, 2003: 17-25

2. I. Nur Karima, H. Priyatman and B. Kurniawan, PEMODELAN SISTEM LEVEL AIR HEAD TANK MENGGUNAKAN PENGENDALI PID PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIDRO MERESAP, Pontianak: Engineering Faculty, Tanjungpura University, 2014.

3. E. Susanto and A. S. Wibowo, Perancangan Metode Kendali, Bandung: FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS TELKOM, 2017.

4. K. Ogata, Modern Control Engineering fifth, New Jersey: Prentice Hall Inc, 2010.

5. M. P. Groover, Automation,Production Systems,and Computer-Integrated Manufacturing Fourth Edition, New Jersey: Pearson, 2015.

6. J. Rantung, "KARAKTERISTIK PENGENDALI ON-OFF UNTUK APLIKASI PADA SISTEM PENGENDALIAN TEMPERATURE," Tekno Mesin, vol. I, no. 3, pp. 26-33, Februari 2015.

7. Muhammad Syaif Ramadhan, SISTEM KONTROL TINGKAT KEKERUHAN PADA AQUARIUM MENGGUNAKAN ARDUINO UNO, Institut Teknologi Surabaya, 2018

8. Ronald L. Droste, Ronald L. Gehr “Theory and Practice of Water and Wastewater Treatment” Wiley, 2018: 3

9. M. Hidayat and N. Mardiyantoro. “Sistem Pemantauan dan Pengendalian PH Air Berbasis IoT.” vol. 7. no. 1. pp. 65–70. 2020.

10. R. S. Salsabila. E. Kurniawan. and M. Ramdhani. “Sistem Catu Daya Penghasil Air Alkali Dengan elModul Solar Cell Menggunakan Penyimpanan Pada Baterai.” e-Procceeding Eng.. vol. 6. no. 1. pp. 165–171. 2019.

11. M. V. Akbar. E. Kurniawan. K. B. Adam. and G. P. D. Wibawa. “Pembuatan Penyearah Terkontrol Berbasis IoT Untuk Ionizer Air Mineral.” 2020.

12. M. Henry and J. Chambron. “Physico-Chemical. Biological and Therapeutic Characteristics of Electrolyzed Reduced Alkaline Water (ERAW).” Water. vol. 5. no. 4. pp. 2094–2115. 2013. doi: 10.3390/w5042094.

13. H. A. L. Mousa. “Health Effects of Alkaline Diet and Water. Reduction of Digestive-tract Bacterial Load. and Earthing.” Altern. Ther. Health Med.. vol. 22. no. April 2016. pp. 24 – 33. 2016.

14. H. A. Setyadi and P. S. Permana. “Rancang Bangun Alat Penghasil Air Alkali Sebagai Pengobatan Alternatif Berbasis Mikrokontroler.” J. Ilm. Go Infotech. vol. 21. no. 2. pp. 17–24. 2015.

Diterbitkan

2022-10-01

Terbitan

Halaman

2462-2467

Bagian

Program Studi S1 Teknik Elektro