Perancangan Jaringan Akses Fiber To The Home (FTTH) Menggunakan Teknologi 10-Gigabit-Capable Passive Optical Network (X-Gpon) Di Perumahan Griya Japan Raya Mojokerto

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.34818/eoe.v9i6.19066

Abstrak

Abstrak— Perumahan Japan Raya merupakan perumahan padat penduduk yang sedang dalam tahap perkembangan dan pembangunan, terletak di Jalan R.A Basuni, Kabupaten Mojokerto merupakan konsep hunian yang membutuhkan layanan akses triple play yang cepat untuk mendukung kegiatan dan fasilitas yang disediakan. Sudah tersedia jaringan FTTH di perumahan tersebut tetapi konsep hunian ini membutuhkan akses internet yang lebih cepat. Hasil dari penelitian tugas akhir ini adalah Power Link Budget didapatkan nilai redaman untuk konfigurasi Downstream pada jarak terjauh sebesar 24,44 dB dengan nilai Prx sebesar -26,44 dBm, sedangkan pada konfigurasi Upstream nilai redaman sebesar 25,645 dB dengan nilai Prx sebesar -26,645 dBm. Untuk Rise Time Budget konfigurasi Downstream nilai tsys sebesar 51,292 ps, sedangkan pada konfigurasi Upstream nilai tsys sebesar 50,733 ps. Nilai ini berada di bawah waktu batasan untuk pengkodean NRZ yang bernilai 70 ps, berarti dapat disimpulkan bahwa sistem memenuhi Rise Time Budget. Berdasarkan hasil simulasi perancangan jaringan pada OptiSystem dengan melihat nilai BER, kualitas transmisi perancangan ini dikatakan baik. Nilai BER yang didapat sebesar 1,599 x 10-18 untuk Downstream terjauh dan 2,826 x 10-18 untuk Upstream terjauh. Nilai tersebut mencukupi standar BER ideal untuk transmisi serat optik yaitu 10-9 . Setelah jaringan diimplementasikan biaya yang diperlukan sebesar Rp1.328.440.000,00. Kata kunci— FTTH, XG-PON, link power budget, rise time budget, BER

Referensi

[[1] M. I. Mutaharrik, "PERANCANGAN

JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH)

MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GIGABIT

PASSIVE OPTICALNETWORK (GPON) DI

CENTRAL KARAWACI," pp. 1-8, 2016.

[2] B. Batagelj, V. Erzen, J. Tratnik, L. Naglic, V.

Bagan, Y. Ignatov, and M. Antonenko, “Optical

access network migration from gpon to xg-pon,”

in Proc. Of The Third International Conference

on Access Networks ACCESS. Citeseer, 2012,

pp. 62–67.

[3] ITU-T Recommendation G.984.2 (2003) ,

Gigabit – Capable Passive Optical Network (GPON) : Physical Media Dependent (PMD) Layer

Specification.

[4] R. Pratomo, "Analisis Perancangan Jaringan

Fiber To The Home (FTTH) Menggunakan

Teknologi Gigabit Ethernet Passive Optical

Network (GEPON) di Perumahan Graha Natuna

Surabaya," 2013.

[5] CommScope Inc., "GPON-EPON Comparison,"

2013.

[6] Hantoro, Gunadi Dwi. 2015. Fiber optic :

teknologi, material, instalasi, dan implementasi

fiber untuk berbagai kebutuhan : fiber to the

building, fiber to the zone, fiber to the curb, fiber

to the home, fiber to the tower. Bandung :

Informatika

[7] Kumar, “Improved Performance Analysis of

Gigabit Passive Optical Networks,” Optik, vol.

125, p. 1837– 1840, 2014.

[8] Yulizar, Nur Rizki. Analisis Perancangan

Teknologi Hybrid GPON Dan XGPON Pada

Jaringan (FTTH) Di Perumahan Batununggal

[Jurnal]. Universitas Telkom. 2015

[9] Keiser, G. 2000. “Optical Fiber Communication,

3rd ed”. Singapore: McGraw-Hill.

[10] ITU-T. (2003). ITU-T Recommendation

G.984.2 Gigabit-capable Passive Optical

Networks (GPON): Physical Media Dependent

(PMD) layer specification. Itu-T G-Series

Recommendations, 1–38

[11] ITU-T. (2016). 10 Gigabit Capable Passive

Optical Networks (XGPON): Physical Media

Dependent (PMD) Layer Specification. ITU-T

Recommendations.

Diterbitkan

2022-12-01

Terbitan

Halaman

3618-3825

Bagian

Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi