Perancangan Enterprise Architecture Menggunakan Framework Togaf Adm Pada Bidang Kearsipan Bapapsi Kabupaten Bandung

Ema Tria Wahyuningtihas, Yuli Adam Prasetyo, Soni Fajar Surya Gumilang

Abstract

Instruksi Presiden Republik Indonesia nomor 3 tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan e-Government menjadi tantangan baru bagi pemerintahan di Indonesia. Pemerintahan di Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi instruksi presiden Republik Indonesia tersebut. Persiapan yang harus dilakukan meliputi aspek bisnis dan infrastruktur (sistem informasi dan teknologi).


Oleh karena itu, pemerintahan harus mempunyai rancangan strategis baru yang dapat menyeleraskan strategi bisnis dan strategi teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan pemerintahan. Metode yang digunakan untuk menyelaraskan strategi bisnis dan teknologi informasi adalah enterprise architecture. Metode enterprise architecture dapat dibantu dengan TOGAF (The Open Group Architecture Framework) sebagai panduan untuk merancang. Fase-fase dalam TOGAF yang dilakukan diantaranya preliminary phase, architecture vision, architecture business, information system architecture, dan technology architecture.


Dalam Penelitian ini akan dibahas strategi bisnis dan strategi aplikasi BAPAPSI (Badan Perpustakaan, Arsip, dan Pengembangan Sistem Informasi) kabupaten Bandung khususnya pada bidang kearsipan dalam menghadapi intruksi dari Presiden Republik Indonesia. Dengan TOGAF, dapat dihasilkan business architecture blueprint, information system architecture blueprint, dan technology architecture blueprint sebagai bahan untuk menyusun IT master plan Pemerintah kabupaten Bandung, yang dalam penelitian ini mengambil studi kasus salah satu SKPD di pemerintah kabupaten Bandung yaitu BAPAPSI (Badan Perpustakaan, Arsip, dan Pengembangan Sistem Informasi) dan berfokus pada bidang kearsipan

Kata kunci : enterprise architecture, e-government, TOGAF ADM, Bidang Kearsipan, BAPAPSI kabupaten Bandung

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0