Rancangan Sendok Khusus Untuk Pengembangan Motorik Bagi Anak Penderita Cerebral Palsy Dengan Metode Quality Function Deployment
Abstract
Abstrak — Cerebral palsy merupakan disabilitas yang
menyerang motoric akibat pertumbuhan otak yang tidak
normal. Umumnya cerebral palsy terjadi pada saat kehamilan,
proses kelahiran, dan fase pertumbuhan anak. Penyandang
cerebral palsy membutuhkan terapi agar dapat beradaptasi
dan anggota tubuhnya tidak kaku, apabila tidak dilakukan
maka anak menjadi kaku dan sulit untuk beraktivitas. Terapi
untuk anak cerebral palsy biasanya dilakukan pada usia 0-7
Tahun. Penyandang cerebral palsy pada anak akan mengalami
kesulitan untuk menggunakan sendok makan, maka
dibutuhkan sendok dengan desain khusus agar dapat dengan
mudah makan dengan sendiri, hal ini juga dapat
meningkatkan kemandirian penyandang cerebral palsy.
Metodologi yang digunakan adalah quality function
deployment agar dapat memenuhi kebutuhan dan
meningkatkan kepuasan konsumen. Peneliti melakukan
obeservasi langsugn ada pihak terkait dengan melakukan
wawancara kepada terapis cerebral palsy yang berlokasi di
Kota Bandung. Quality Function Deployment merupakan
metode yang memperhitungkan kebutuhan dan keingann
konsumen sebelum produk di pasarkan. Metode ini
menggunakan House of Quality. Hasil dari perancangan ini
adalah alat bantu motorik bagi anak penderita cerebral palsy
yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan motorik
anak-anak penderita cerebral palsy.
Kata kunci— Cerebral Palsy, Quality Function
Deployment, Pengembangan Produk, House of Quality
References
[1] Akao, Y. (1990). Quality function deployment: Integrating customer requirements into product design. Cambridge: Productivity Press.
[2] Dian Pertiwi. (2020, October 22). Growth Chart CPboys PDF [PDF document]. Scribd. https://www.scribd.com/document/481110679/Growth-chart-CPboys-pdf
[3] Ecaprio, Ricahrd. 2013. Aplikasi Teori Pembelajaran Motorik di Sekolah. Yogyakarta: Divapress.
[4] Gaspersz. (2001). Analisa Untuk Peningkatan Kualitas. Penerbit PT. Gramedia Pustaka.
[5] Hasan, Iqbal. 2002. Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta. Ghalia Indonesia
[6] Irawati, D. Y., & Ezrani, O. (2018). Servqual Dan Conjoint Analysis Dalam House of Quality Untuk Layanan Ojek Online. Jurnal Teknik Industri, 19(1),
[7] Kementrian Kesehatan RI. Situasi Penyandang Disabilitas. September 2014. Jakarta : Buletin Jendela Data Dan Informasi Kesehatan; 2014.12.
[8] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia



