Perancangan dan Analisis Antena Microstrip Patch Circular untuk Aplikasi Deteksi Aura Pada Frekuensi 590 – 670 MHz

Authors

  • Rendhy Rachfaizi
  • Rina Pudji Astuti
  • Levy Olivia Nur

Abstract

Kesehatan mental remaja saat ini sedang menjadi pusat perhatian di berbagai belahan dunia. Hal ini disebabkan adanya peningkatan angka gangguan psikologis yang dikarenakan stres, kecemasan, hingga depresi. Remaja sering kali kesulitan dalam mengenali atau mengungkapkan kondisi emosional mereka, sehingga gejala awal gangguan psikologis sering diabaikan. Mereka bisa tampak baik-baik saja, padahal menyimpan beban emosional yang berat. Untuk mengatasi masalah tersebut, dikembangkan sistem pemantauan psikologis tanpa kontak langsung menggunakan antena mikrostrip multisirkular. Antena ini dirancang untuk menangkap sinyal elektromagnetik tubuh manusia dalam rentang frekuensi 590 hingga 670 MHz. Sinyal yang diterima kemudian diproses menggunakan radio frequency receiver dan dianalisis menggunakan program Python. Program ini dirancang untuk memetakan frekuensi ke dalam tiga warna aura yang merepresentasikan emosi, seperti cyan (empati), hitam (kemarahan), dan biru (relaksasi). Berdasarkan pengujian, sistem berhasil menangkap sinyal elektromagnetik dengan nilai gain sebesar 2 dB setelah optimasi. Nilai ini menunjukkan performa antena sesuai target. Warna aura yang divisualisasikana konsisten dengan respons psikologis subjek. Secara keseluruhan, sistem ini terbukti mampu memberikan solusi untuk deteksi awal kondisi psikologis secara praktis, non-kontak, dan berpotensi untuk menjadi solusi pendukung layanan kesehatan mental berbasis teknologi.

Kata kunci— Antenna Microstrip, Aura Biofield , Kesehatan Mental , Remaja.

References

Dalam Angka. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2023.

B. S. Guru and H. R. Hiziroglu, Electromagnetic Field Theory Fundamentals. Cambridge University Press, 2004. doi: 10.1017/cbo9781139165297.

R. Yuwono and G. D. Sujarwo, “The series of four rectenna using monopole microstrip circular patch antenna as wireless power transmission receiver device at frequency 2,4 GHz,” in ACM International Conference Proceeding Series, Association for Computing Machinery, Oct. 2017, pp. 11–15. doi: 10.1145/3180496.3180600.

D. Muehsam, G. Chevalier, T. Barsotti, and B. T. Gurfein, “An Overview of Biofield Devices,” Glob Adv Health Med, vol. 4, no. 1, pp. 42–51, Jan. 2015, doi: 10.7453/GAHMJ.2015.022.SUPPL.

N. T. Susyanto, T. Yunita, and O. N. Levy, “Antena Mikrostrip Bahan Tekstil Frekuensi 2,45 GHz untuk Aplikasi Telemedis,” 2018.

IEEE, “The Comparison of Human Body Electromagnetic Radiation between Down Syndrome and Non Down Syndrome Person for Brain, Chakra and Energy Field Stability Score Analysis,” 2012 IEEE Control and System Graduate Research Colloquium, 2012.

S. Pramono, “Analisa Empiris Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) dan Distance to Fault (DTF) pada Feeder Base Transceiver Station GSM 900 MHz”.

B. Ashvanth and B. Partibane, “Miniaturized UWB antenna with circular polarization and bandwidth reconfiguration,” Opt Quantum Electron, vol. 56, no. 6, Jun. 2024, doi: 10.1007/s11082-024-07020-3.

Q. Chen, J. Y. Li, G. Yang, B. Cao, and Z. Zhang, “A Polarization-Reconfigurable High-Gain Microstrip Antenna,” IEEE Trans Antennas Propag, vol. 67, no. 5, pp. 3461–3466, May 2019, doi: 10.1109/TAP.2019.2902750.

S. Z. A. Jalil, M. N. Taib, H. Abdullah, and M. M. Yunus, “Frequency Radiation Characteristic Around the Human Body,” International Journal of Simulation: Systems, Science and Technology, vol. 12, no. 1, pp. 34–39, Feb. 2011, doi: 10.5013/ijssst.a.12.01.05.

Published

2025-12-22

Issue

Section

Prodi S1 Teknik Telekomunikasi