Implementasi Sistem Berbasis Software Defined Radio untuk Deteksi Dini Kondisi Psikologis
Abstract
Kesehatan mental remaja saat ini sedang menjadi pusat perhatian di berbagai belahan dunia. Hal ini disebabkan adanya peningkatan angka gangguan psikologis yang dikarenakan stres, kecemasan, hingga depresi. Remaja sering kali kesulitan dalam mengenali atau mengungkapkan kondisi emosional mereka, sehingga gejala awal gangguan psikologis sering diabaikan. Mereka bisa tampak baik-baik saja, padahal menyimpan beban emosional yang berat. Untuk mengatasi masalah tersebut, dikembangkan sistem pemantauan psikologis tanpa kontak langsung menggunakan antena mikrostrip multisirkular. Antena ini dirancang untuk menangkap sinyal elektromagnetik tubuh manusia dalam rentang frekuensi 590 hingga 670 MHz. Sinyal yang diterima kemudian diproses menggunakan radio frequency receiver dan dianalisis menggunakan program Python. Program ini dirancang untuk memetakan frekuensi ke dalam tiga warna aura yang merepresentasikan emosi, seperti cyan (empati), hitam (kemarahan), dan biru (relaksasi). Berdasarkan pengujian, sistem berhasil menangkap sinyal elektromagnetik dengan nilai gain sebesar 2 dB setelah optimasi. Nilai ini menunjukkan performa antena sesuai target. Warna aura yang divisualisasikana konsisten dengan respons psikologis subjek. Secara keseluruhan, sistem ini terbukti mampu memberikan solusi untuk deteksi awal kondisi psikologis secara praktis, non- kontak, dan berpotensi untuk menjadi solusi pendukung layanan kesehatan mental berbasis teknologi.
Kata kunci— Antena mikrostrip, Aura, Deteksi dini, Kesehatan mental, Remaja.
References
S. Thorgeirsson, C. Zhang, T. B. Weidmann, K. H. Weidmann, and Z. Su, “An Electroencephalography Study on Cognitive Load in Visual and Textual Programming,” Association for Computing Machinery, Inc, Aug. 2024, pp. 280–292. doi: 10.1145/3632620.3671124.
“Survei Kesehatan Indonesia 2023 Dalam Angka,” 2023.
J. J. Gross, L. Feldman Barrett, O. John, R. Lane, R. Larsen, and J. Pennebaker, “The Emerging Field of Emotion Regulation: An Integrative Review,” 1998.
B. S. Guru and H. R. Hiziroglu, Electromagnetic Field Theory Fundamentals. Cambridge University
Press, 2004. doi: 10.1017/cbo9781139165297.
U. Oberst, “The fast Fourier transform,” SIAM J Control Optim, vol. 46, no. 2, pp. 496–540,2007,doi: 10.1137/060658242.
Md. H. Rahman and Md. M. Islam, “A Practical Approach to Spectrum Analyzing Unit Using RTL- SDR,” Rajshahi University Journal of Science and Engineering, vol. 44, pp. 151–159, Nov. 2016, doi: 10.3329/rujse.v44i0.30400.
Robert W. Stewart et al., “A Low-Cost Desktop Software Defined Radio Design Environment Using MATLAB, Simulink, and the RTL-SDR,” IEEE Communication Magazine, Sep. 2015.
M. A. S. Bhuiyan et al., “CMOS low noise amplifier design trends towards millimeter-wave IoT sensors,” Feb. 01, 2024, Ain Shams University. doi: 10.1016/j.asej.2023.102368.
H. Darabi, “Radio Frequency Integrated Circuits And Systems PDF Scan to Download.”
R. Subha, S. Devi, S. A. Suhantha, and A. Lakshmi, “Local Oscillators Phase Noise Cancellation Methods.” [Online]. Available: www.iosrjournals.org
“Penerapa Metode Low Pass Filter (LPF) Untuk Mengurangi Derau pada Citra Magnetic Resonance Imaging (MRI).”
M. Spear, J. E. Kim, C. H. Bennett, S. Agarwal, M. J. Marinella, and T. P. Xiao, “The Impact of Analog-to-Digital Converter Architecture and Variability on Analog Neural Network Accuracy,” IEEE Journal on Exploratory Solid-State Computational Devices and Circuits, vol. 9, no. 2, pp. 176–184, Dec. 2023, doi: 10.1109/JXCDC.2023.3315134.



