Sistem Deteksi Gejala Hipoksia Berdasarkan Kadar Oksigen Dan Detak Jantung Berbasis IOT Secara Real Time

Authors

  • Mahardika Telkom University
  • Zein Hanni Pradana Telkom University
  • Irmayatul Hikmah Telkom University

Abstract

Hipoksia adalah kondisi berbahaya yang
terjadi ketika kadar oksigen dalam darah terlalu rendah,
sehingga dapat mengganggu fungsi organ-organ vital
seperti otak dan jantung. Mendeteksi gejala hipoksia
secara dini sangat penting untuk mencegah terjadinya
komplikasi yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan
untuk merancang dan menerapkan sistem deteksi gejala
hipoksia berbasis Internet of Things (IoT) secara realtime. Sistem ini menggunakan sensor MAX30100 untuk
mengukur kadar oksigen (SpO₂) serta detak jantung.
Data yang dihasilkan dikirim ke aplikasi Blynk melalui
mikrokontroler ESP8266, sehingga pengguna dapat
memantau kondisi kesehatannya langsung dari
smartphone. Sistem ini juga dilakukan uji coba dengan
Wireshark untuk mengevaluasi kinerja jaringan,
termasuk analisis terkait delay, jitter, dan packet loss.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampu
mendeteksi perubahan kadar oksigen dan detak jantung
dengan akurasi tinggi dan mengirim data secara real-time
dengan delay yang rendah. Sistem ini diharapkan dapat
membantu pengguna memantau kondisi tubuh secara
mandiri serta memberikan peringatan dini bila terjadi
gejala hipoksia. Hasil uji coba juga menunjukkan bahwa
sistem mampu mendeteksi kadar oksigen dan detak
jantung dengan tingkat akurasi yang baik, dengan ratarata error pada pengukuran detak jantung (BPM) sebesar
4,8% dan pada pengukuran kadar oksigen (SpO₂) sebesar
2,5%.
Kata kunci— Hipoksia, IoT, ESP8266, MAX30100, Blynk,
Detak Jantung, Saturasi Oksigen

Published

2025-12-23

Issue

Section

Prodi S1 Teknik Telekomunikasi - Kampus Purwokerto