Analisis Peningkatan Kualitas Layanan Dalam Proses Pengiriman Barang Menggunakan Metode Six Sigma Dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA)
Abstract
Persaingan ketat di industri logistik menuntut PT XYZ untuk meningkatkan kualitas layanan demi menjaga kepuasan pelanggan. Namun, masih ada tingginya komplain kerusakan barang, khususnya box rusak yang mencapai 47% dari total komplain. Masalah ini tidak hanya menurunkan kepercayaan pelanggan, tetapi juga menimbulkan kerugian finansial karena biaya klaim dapat mencapai Rp10 juta per kejadian. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas layanan PT XYZ menggunakan metode Six Sigma (DMAIC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko. Hasil analisis menunjukkan ratarata level sigma sebesar 5,09, dengan nilai ini menunjukkan kualitas yang cukup baik, namun P-Chart masih menunjukkan titik di atas UCL yang menandakan adanya variasi proses. Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi ditemukan pada faktor karyawan kurang hati-hati, kondisi gudang lembap, kualitas box yang belum sesuai standar, tidak memahami jenis barang serta kelalaian dalam pencatatan barang. Usulan perbaikan dirancang dengan menerapkan sistem evaluasi berbasis reward & penalty, pemasangan sensor kelembapan otomatis, uji kekuatan box, integrasi barcode dan SOP penanganan barang khusus, serta sistem RFID untuk pencatatan barang. Diharapkan, usulan ini dapat menurunkan jumlah komplain, mengurangi beban biaya klaim, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Kata Kunci — Six Sigma, FMEA, kualitas layanan, logistik, komplain pelanggan
References
[1] R. Z. Hilmi, R. Hurriyati, and Lisnawati, “ANALISIS KUALITAS LAYANAN PENGIRIMAN BARANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN SIX SIGMA DI PT TIKI JNE KOTA BANDAR LAMPUNG,” vol. 3, no. 2, pp. 91–102, 2018.
[2] S. Sugiyah and N. Nurhidayati, “Prosedur Pengadaan Barang Impor Produk sepatu Di PT Sinar Pratama Agung Jakarta,” J. Akunt. dan Manaj., vol. 16, no. 02, 2019, doi: 10.36406/jam.v16i02.248.
[3] E. Wijaya and Y. Ekawati, “Penerapan Metode Six Sigma dan Perancangan Alat Bantu untuk Menurunkan Tingkat Kecacatan pada Produksi Rokok SKT PT. XYZ,” J. Ilm. Tek. Ind., vol. 4, no. 1, 2021.
[4] Z. K. Sugoro Bhakti Sutono, “Pengendalian Kualitas Produk Unit Plastik Woven Bag Dalam Upaya Mengendalikan Tingkat Kecacatan Produk Dengan Bantuan Statistical Process Control (SPC): Studi Kasus PT. Dasaplast Nusantara,” J. Ind. Eng. Technol., vol. 2, no. 1, 2022, doi: 10.24176/jointtech.v2i1.7433.
[5] L. L. Salomon, Ahmad, and N. D. Limanjaya, “Strategi Peningkatan Mutu Part Bening Menggunakan Pendekatan Metode Six Sigma,” J. Ilm. Tek. Ind. (2015), vol. 3, no. 3, 2015.
[6] Douglas C. Montgomery, Introduction to Statistical Quality Control. 2013.
[7] Muchsin, “Aplikasi Peta Kendali Dalam Praktikum Kendali Mutu,” J. Mek., vol. 6, no. 2, pp. 608–614, 2015.
[8] Ardian Burhandono and N. Sinaga, “Menjaga Keandalan Sistem PLTS dengan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA),” J. Tek. Ind., vol. 12, no. 1, 2022, doi: 10.25105/jti.v12i1.13958.
[9] P. Rumenser, “AUDIT OPERASIONAL DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS, EFISIENSI, DAN EKONOMIS PERSEDIAAN BARANG DAGANG (STUDI PADA PT. ANEKA KARYA FARMA,” JMBI UNSRAT (Jurnal Ilm. Manaj. Bisnis dan Inov. Univ. Sam Ratulangi)., vol. 9, no. 1, 2022, doi: 10.35794/jmbi.v9i1.39488.
[10] M. A. A. Bakar, W. Sutari, and T. Sjafrizal, “Usulan Perbaikan Untuk Minimasi Defect Pada Produk Sambungan Tee Dengan Menggunakan Metode Six Sigma,” eProceedings …, 2018.
[11] B. O. Surya, F. D. Sitania, and S. Gunawan, “Perancangan Ulang Tata Letak Gudang Produk Menggunakan Metode Dedicated Storage (Studi Kasus: PT. Borneo Indah Fokus, Samarinda),” JISO J. Ind. Syst. Optim., vol. 5, no. 1, 2022, doi: 10.51804/jiso.v5i1.61-67.
[12] M. D. Latumahina, “IMPLEMENTASI ORGANIZATIONAL UNIT SERTA STRATEGI TERAPAN PENEMPATAN DAN PENGAMBILAN STOCK PADA SISTEM ERP BERBASISKAN SAP R/3 WAREHOUSE MANAGEMENT STUDI KASUS : COLDSTRORAGE 3 COLDSTORE OFFICE ICE CREAM WALL’S OUTBOUND PT. UNILEVER INDONESIA, TBK,” 2011.



