Perbaikan Proses Produksi Sepatu Untuk Mengurangi Defect Dan NVA Di Kub Mampu Jaya Dengan Metode Lean Six Sigma
Abstract
Abstrak — KUB Mampu Jaya merupakan UKM yang bergerak di bidang produksi sepatu dan sandal sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat pasca-penutupan kawasan lokalisasi Dolly di Surabaya. Proses produksi masih menghadapi kendala berupa tingginya tingkat cacat dan aktivitas yang tidak bernilai tambah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengurangi cacat serta pemborosan melalui penerapan metode lean six sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Analisis menggunakan alat bantu seperti SIPOC, Critical to Quality (CTQ), Peta Kendali P, DPMO, PAM, VSM, fishbone diagram, dan FMEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat sigma sebesar 3,1 atau setara dengan 55.910 cacat per sejuta peluang, masih jauh dari standar world-class. Faktor utama penyebab cacat mencakup ketiadaan SOP kerja, rendahnya keterampilan operator, dan kondisi mesin yang tidak optimal. Upaya perbaikan dilakukan melalui penyusunan SOP, pelatihan teknis, dan prosedur perawatan mesin. Tahap kontrol memastikan keberlanjutan perbaikan melalui dokumentasi serta pemantauan kualitas secara berkala. Penerapan lean six sigma terbukti efektif dalam menurunkan tingkat cacat, memperbaiki alur proses, serta meningkatkan efisiensi produksi, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap daya saing KUB Mampu Jaya.
Kata kunci— Defect, DMAIC, lean six sigma, proses produksi sepatu



