Usulan Perbaikan Kualitas Produk Arang Briket Menggunakan Metode Six Sigma Pada PT. Bara Sinar Sejahtera
Abstract
Abstrak — PT. Bara Sinar Sejahtera, produsen arang briket dari tempurung kelapa, menghadapi tantangan serius dalam menjaga kualitas produknya, terutama terkait kadar abu yang melebihi standar SNI, bentuk briket tidak sempurna, dan produk pecah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi akar penyebab kecacatan produk dan menyusun strategi perbaikan menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Hasil tahap Define dan Measure menunjukkan bahwa 75% cacat berasal dari kadar abu yang tinggi. Nilai DPMO sebesar 105.935,66 dan level sigma 2,77 menandakan rendahnya kapabilitas mutu produksi. Analisis lanjutan dengan diagram pareto, fishbone, dan FMEA menunjukkan bahwa permasalahan utama berasal dari faktor material dan measurement. Usulan perbaikan meliputi penyusunan standar bahan baku, SOP kebersihan, serta pengujian internal sederhana. Pada tahap Control, dibuat peta kendali p dan dokumen pendukung untuk pengawasan berkelanjutan. Meskipun implementasi tidak dilakukan langsung, rancangan strategi telah disusun sistematis untuk menjadi acuan perusahaan. Penelitian ini menegaskan bahwa Six Sigma efektif dalam menganalisis permasalahan mutu dan merancang perbaikannya secara sistematis.
Kata kunci — arang briket, DMAIC, kadar abu, kualitas produk, Six Sigma



