Penentuan Prioritas Wilayah Alokasi Bantuan Bencana Di Provinsi Jawa Barat Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process
Abstract
Jawa Barat merupakan provinsi dengan tingkat kejadian bencana tinggi di Indonesia, namun penentuan prioritas wilayah alokasi bantuan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat masih bergantung pada data eksternal seperti IRBI, tanpa mempertimbangkan variabel lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Diketahui dari data penyaluran bantuan tahun 2022 bahwa penyaluran sering kali dilakukan ke wilayah dengan indeks risiko bencana yang tidak seharusnya didahulukan. Hal tersebut dapat mengakibatkan kesenjangan terhadap wilayah yang seharusnya didahulukan.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas wilayah alokasi bantuan bencana secara lebih objektif dan terstruktur. Empat kriteria utama yang digunakan adalah populasi, risiko bencana, aksesibilitas, dan infrastruktur, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, serta data penyaluran bantuan.
Hasil AHP menunjukkan bahwa populasi memiliki bobot terbesar (36,56%), diikuti risiko bencana (31,17%), aksesibilitas (17,37%), dan infrastruktur (14,90%). Kabupaten Cianjur teridentifikasi sebagai alternatif wilayah prioritas utama, disusul alternatif wilayah Garut dan Tasikmalaya. Hasil temuan ini mencerminkan pentingnya mempertimbangkan jumlah penduduk terdampak dalam perencanaan bantuan. Sistem yang dihasilkan diharapkan menjadi alat bantu yang akuntabel bagi Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan distribusi bantuan yang objektif dan transparan yang berbasis data.
Kata kunci — Analytical Hierarchy Process, Bantuan Bencana, Prioritas Wilayah.
References
G. Kovács and K. M. Spens, “Humanitarian logistics in disaster relief operations,” International Journal of Physical Distribution & Logistics Management, vol. 37, no. 2, pp. 99–114, Mar. 2007, doi: 10.1108/09600030710734820.
L. N. Van Wassenhove, “Humanitarian aid logistics: supply chain management in high gear,” Journal of the Operational Research Society, vol. 57, no. 5, pp. 475–489, May 2006, doi: 10.1057/palgrave.jors.2602125.
T. L. Saaty, “Decision making with the analytic hierarchy process,” International Journal of Services Sciences, vol. 1, no. 1, p. 83, 2008, doi: 10.1504/IJSSCI.2008.017590.
I. Farida, “Decision Support System for Flood Disaster Assistance Recipients Using the Analytical Hierarchy Process Method,” 2023.
N. W. Ari Ulandari, N. M. Astiti, I. P. Ramayasa, and I. P. Warma Putra, “Sistem Pendukung Keputusan Evakuasi Prioritas Menggunakan Metode AHP Dan MAIRCA Di BPBD Provinsi Bali,” NARATIF : Jurnal Ilmiah Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika, vol. 06, 2024.
M. N. K.W. and S. R. Cholil, “Analisis Penanganan Bencana Di Kota Semarang 2024 Menggunakan Metode AHP Dan VIKOR,” 2025.
E. Göçmen Polat, “Distribution Centre Location Selection for Disaster Logistics with Integrated Goal Programming-AHP based TOPSIS Method at the City Level,” Journal of Disaster and Risk, vol. 5, no. 1, pp. 282–296, Jun. 2022, doi: 10.35341/afet.1071343.



