Desain dan Pengembangan Perangkat TTV (Tanda-Tanda Vital) untuk Pemantauan Kesehatan Ibu Hamil
Abstract
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, terutama di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Pemantauan tanda-tanda vital ibu hamil secara berkala penting untuk deteksi dini risiko komplikasi, namun terkendala infrastruktur, tenaga medis, dan akses listrik. Penelitian ini merancang perangkat pemantauan tanda-tanda vital ibu hamil berbasis teknologi low energy yang portabel dan terintegrasi dengan aplikasi Android. Perangkat menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor MAX30102 untuk mengukur denyut nadi dan saturasi oksigen (SpO₂), serta sensor ADXL345 untuk mendeteksi aktivitas janin. Sistem dikemas dalam casing ergonomis hasil 3D printing dengan transmisi data melalui Bluetooth Low Energy (BLE). Hasil pengujian menunjukkan performa parsial: SpO₂ mencapai akurasi 97,976% dan deteksi aktivitas janin 99,89% menggunakan Random Forest Classifier (precision 99%, recall 90%). Namun, pengukuran denyut nadi hanya mencapai akurasi 65,435% dengan MAE 50 BPM akibat bias positif sistematis sensor. Pengujian daya menunjukkan durasi operasional aktual hanya 5 jam 19 menit, jauh di bawah perhitungan teoritis 15 jam dengan baterai Li-ion 1200 mAh, mengindikasikan inefisiensi manajemen daya. Perangkat menunjukkan potensi sebagai sistem pemantauan mandiri, namun memerlukan optimasi akurasi denyut nadi dan efisiensi daya untuk memenuhi standar operasional.
Kata kunci— tanda-tanda vital, ibu hamil, aktivitas janin, Bluetooth Low Energy, perangkat portabel
References
B. K. d. P. Publik, “Turunkan angka kematian ibu melalui deteksi dini dengan pemenuhan USG di Puskesmas.”
K. K. Indonesia, “Kesenjangan akses kesehatan di daerah terpencil di Indonesia.”
B. P. Statistik, “Statistik kesehatan ibu dan anak.”
B. P. Statistik, “Pendidikan dan kesehatan di daerah 3T.”
R. Sanjaya et al., “Kehamilan tetap sehat di masa pandemi,” SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, vol. 4, no. 3, pp. 631–634, 2021.
D. M. Sandy, “Upaya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi di praktik mandiri bidan Dwi Rahmawati Palembang,” Jurnal Abdimas Pamenang, vol. 1, no. 2, pp. 15–20, 2023.
M. A. Ratnaningtyas and F. Indrawati, “Karakteristik ibu hamil dengan kejadian kehamilan risiko tinggi,” HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), vol. 7, no. 3, pp. 334–344, 2023.
L. Mangesi, G. J. Hofmeyr, V. Smith, and R. M. D. Smyth, “Fetal movement counting for assessment of fetal wellbeing,” Cochrane Database of Systematic Reviews, no. 10, 2015.
M. Malathi, P. Muthulakshmi, N. Patchiraja, R. Manickam, and S. Chinnasami, “Exploring various applications of microcontroller,” in Electrical and Automation Engineering, vol. 1, pp. 47–53, 2022. doi: 10.46632/eae/1/1/8.
C. Liu, Y. Zhang, and H. Zhou, “A comprehensive study of Bluetooth Low Energy,” in Journal of Physics: Conference Series, IOP Publishing, 2021, p. 012021.
Canadian Centre for Occupational Health and Safety (CCOHS), “Hand tool ergonomics – health hazards,” 2022.
Laerdal Global Health, “Moyo fetal heart rate monitor: User guide & specifications.”
F. Gemperle, C. Kasabach, J. Stivoric, M. Bauer, and R. Martin, “Design for wearability,” in Digest of Papers, Second International Symposium on Wearable Computers (Cat. No. 98EX215), IEEE, 1998, pp. 116–122.



