Analisis Kelayakan Pembukaan Cabang Baru Alpukat Kocok Kids Di Kabupaten Tangerang
Abstract
Alpukat Kocok Kids merupakan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) pada subsektor penyediaan makanan minuman dengan produk makanan dan minuman jadi yang berada di Kota Tangerang. Pemilik Alpukat Kocok Kids ingin membuka cabang baru di Kabupaten Tangerang dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan, menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, dan mengembangkan usahanya. Sebelum melakukan pembukaan cabang baru, diperlukan adanya analisis kelayakan untuk mengetahui apakah usaha pada cabang baru Alpukat Kocok Kids layak atau tidak layak dijalankan yang ditinjau dari aspek pasar, aspek teknis, dan aspek finansial. Selain itu, terdapat tingkat sensitivitas dan faktor risiko jika penilaian kelayakan pembukaan cabang baru Alpukat Kocok Kids dinyatakan layak. Berdasarkan hasil perhitungan penilaian kelayakan usaha cabang baru Alpukat Kocok Kids dengan penggunaan nilai MARR sebesar 10,96%, nilai NPV sebesar Rp139.660.736, nilai IRR 43,91%, dan nilai PP selama 3,05 tahun atau 36,6 bulan. Pembukaan cabang baru Alpukat Kocok Kids dinyatakan layak dijalankan dikarenakan NPV > 0, IRR > MARR, dan PP < periode waktu investasi. Tingkat sensitivitas pembukaan cabang baru Alpukat Kocok Kids pada penurunan permintaan sebesar 10,03%, tingkat sensitivitas kenaikan biaya bahan baku sebesar 20,58%, dan tingkat sensitivitas kenaikan biaya tenaga kerja sebesar 36,33% sehingga masih dinyatakan layak jika tidak melebihi batas sensitivitas setiap variabel. Faktor risiko yang didapatkan sebesar 8,86% NPV yang didapatkan sebesar Rp 83.842.684, IRR yang didapatkan sebesar 43,91%, dan PP yang didapatkan selama 3,5 tahun atau 42 bulan sehingga kelayakan usaha pada cabang baru Alpukat Kocok Kids dengan faktor risiko masih layak untuk dijalankan.
Kata Kunci : Analisis Kelayakan, Pembukaan Cabang Baru, UMKM, Alpukat Kocok, Kabupaten Tangerang
References
Abas, I., Hafid, R., Ardiansyah, Mahmud, M., & Bahsoan, A. (2025). Pengaruh Jumlah Unit UMKM dan Tenaga Kerja UMKM terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Gorontalo. MENAWAN : Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi Volume. 3 Nomor.3 Mei 2025, 69-82.
Adhitama, R. A., & Anggoro, Y. (2023). Studi Kelayaka Bisnis : Teori, Praktek, dan Evaluasi. Malang: AE Publishing.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang. (2025). Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tangerang Menurut Lapangan Usaha 2020-2024. Tangerang: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang.
Chumaidiyah, E. (2021). Analisis dan Perancangan Perusahaan Jilid 1 Studi Kelayakan, Peluang Bisnis Digital, dan Studi Pasar. Bandung: Tel-U Press.
Kasmir, & Jakfar. (2013). Studi Kelayakan Bisnis Edisi Revisi. Jakarta: Kencana.
Meiria, E., & Prasetyowati, R. A. (2020). Studi Kelayakan Bisnis. Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi.
[[7] Nasrullah. (2023). Studi Kelayakan Bisnis. Makassar: CV. Subaltern Inti Media.
Pramiyanti, A. (2022). Studi Kelayakan Bisnis untuk UMKM. Jakarta: Media Pressindo.
Sobana, D. H. (2018). Studi Kelayakan Bisnis. Bandung: CV Pustaka Setia.
Sutaat. (2023). Manajemen Operasional Bisnis. Banyumas: Amerta Media.



