Pengaruh Beban Mental dengan Carpal Tunnel Syndrome pada Kurir Bermotor (Studi Kasus: Lazada Logistics Id Hub-Purwokerto Banyumas (Byu))
Abstract
Abstrak — Kurir bermotor memiliki beban kerja tinggi yang dapat menimbulkan tekanan mental serta keluhan fisik, termasuk risiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS) akibat aktivitas berulang dan durasi kerja panjang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat beban mental dan keluhan CTS pada
kurir Lazada Logistics ID Hub-Purwokerto Banyumas, serta menganalisis hubungan dan pengaruh beban mental terhadap tingkat keparahan CTS. Pengukuran dilakukan menggunakan metode NASA-TLX dan Boston Carpal Tunnel Syndrome Questionnaire (BCTQ), dengan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan yakni sebagian kurir mengalami beban kerja mental tinggi hingga sangat tinggi, terutama dipengaruhi kebutuhan fisik, usaha, mental, waktu, kinerja dan tingkat frustrasi. Keluhan CTS yang dominan termasuk dalam kategori gejala ringan hingga sedang yang
meliputi ditandai dengan gejala kesemutan, nyeri, dan mati rasa pada pergelangan tangan. Analisis mengindikasikan beban mental memiliki hubungan dan berpengaruh terhadap tingkat keparahan CTS. Analisis korelasi menghasilkan nilai sebesar 0.409, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan
hubungan lemah ke sedang. Nilai pengaruh sebesar 0.167 menunjukkan bahwa beban mental berpengaruh sebesar 16.7% terhadap CTS, dengan persamaan regresi Y = 0.349 + 0.021X, yang berarti setiap peningkatan beban mental menaikkan skor CTS sebesar 0.021 satuan. Kesimpulannya, semakin meningkat beban mental kurir, semakin meningkat juga risiko terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS).
Kata kunci— beban mental, Carpal Tunnel Syndrome, kurir bermotor, NASA-TLX, BCTQ



