Analisis Kerusakan Mesin Cacah Di TPA BLE Banyumas Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Dan Risk Priority Number (RPN)
Abstract
Peningkatan timbulan sampah di Kabupaten Banyumas menuntut sistem pengolahan sampah yang andal dan berkelanjutan, di mana mesin cacah memegang peran penting pada tahap awal proses pengolahan di Tempat Pemrosesan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA BLE) Banyumas. Tingginya frekuensi kerusakan mesin cacah berpotensi mengganggu kontinuitas operasional, sehingga diperlukan analisis risiko kerusakan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memprioritaskan risiko kerusakan mesin cacah menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Identifikasi mode kegagalan dilakukan berdasarkan data histori kerusakan, observasi lapangan, serta wawancara dengan operator dan teknisi, kemudian dilakukan penilaian parameter severity, occurrence, dan detection untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil analisis menunjukkan bahwa bearing poros memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 240, diikuti oleh poros utama sebesar 216, pisau pencacah sebesar 210, dan V-belt sebesar 200, sementara komponen motor penggerak dan hopper memiliki nilai RPN yang lebih rendah. Berdasarkan urutan nilai RPN tersebut, disusun rekomendasi mitigasi yang difokuskan pada komponen kritis melalui penerapan tindakan pemeliharaan preventif dan perbaikan yang lebih terarah guna meningkatkan keandalan operasional mesin cacah serta mendukung efektivitas sistem pengolahan sampah di TPA BLE Banyumas.
Kata kunci— Failure Mode and Effect Analysis, Mesin Cacah, Mitigasi Risiko, Pengolahan Sampah, Risk Priority Number.



