Pengendalian Kualitas Pada Hasil Produksi Wig Pada PT. XYZ
Abstract
PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi rambut palsu. Dalam proses produksinya, khususnya pada pembuatan rambut palsu tipe A di Line 12, masih ditemukan produk cacat yang mempengaruhi kualitas dan efisiensi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kualitas proses produksi serta mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya cacat produk dan memberikan usulan perbaikan untuk meminimalkan cacat produksi pada line 12. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control) serta analisis Failure mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sigma rata-rata produksi bulanan berada pada level 3,6, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya cacat sebesar 24.912 per satu juta produksi, sehingga kualitas proses produksi tergolong cukup baik untuk industri namun perlu dilakukan peningkatan untuk mencapai sigma 6. Berdasarkan hasil metode Failure mode and Effects Analysis (FMEA), diketahui bahwa kegagalan dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi terdapat pada Failure mode rambut terkena oli yang disebabkan dengan nilai RPN sebesar 108. Failure mode lainnya yang juga memiliki risiko cukup signifikan adalah rambut terkena oli akibat kurangnya pengecekan mesin oleh operator dengan nilai RPN sebesar 90. Selain itu, kegagalan yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman operator terhadap pengoperasian mesin jahit memiliki nilai RPN yang lebih rendah, yaitu 27. Sementara itu, cacat salah kepang yang disebabkan oleh keterampilan operator yang belum mahir dan kurangnya fokus akibat kelelahan memiliki nilai RPN masing-masing sebesar 42 dan 21. Setelah dilakukan implementasi kontrol, November 2025 menunjukkan adanya penurunan tingkat cacat yang signifikan. Cacat oil menurun menjadi 1,95% dan kepang tidak sesuai menjadi 1,41%. Penurunan ini mengindikasikan bahwa tindakan pengendalian yang diterapkan mampu memperbaiki stabilitas proses dan meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan.
Kata kunci: Six Sigma, DMAIC, FMEA, production quality, wigs



