Analisis Kelayakan Investasi Pendirian Usaha Peternakan Sapi Potong Ranchouse Sapi Nusa Di Kabupaten Bandung Barat

Authors

  • Amanullah Akbar Effendie
  • Nanang Suryana
  • Sinta Aryana

Abstract

Indonesia memiliki potensi yang luas dalam mengembangkan sektor peternakan, khususnya peternakan sapi potong. Sapi potong memiliki peran yang besar dalam menyediakan ketahanan pangan daging untuk masyarakat. Ketahanan pangan daging dibutuhkan untuk memenuhi permintaan masyarakat yang terus meningkat dalam sepuluh tahun terakhir. Sehingga, menjaga produktivitas daging nasional menjadi salah satu langkah penting dalam memenuhi tujuan oangan tersebut. Namun, kenyataannya produksi nasional masih belum mampu untuk memenuhi besarnya kebutuhan masyarakat tersebut, sehingga muncul defisit pasokan daging sapi. Sebagai contoh, Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan kebutuhan daging sapi terbesar di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Kota Bandung sebagai salah satu wilayah di Jawa Barat dengan total konsumsi terbesar yaitu mencapai 14.674 ton. Hal tersebut menunjukkan potensi pasar yang baik di wilayah tersebut. Konsumsi berpotensi meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus bertumbuh hingga 21.000 orang di setiap tahunnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi tersebut dengan cara melakukan investasi pendirian usaha peternakan sapi potong Ranchouse Sapi Nusa dengan melakukan distribusi daging sapi ke wilayah Kota Bandung, khususnya UMKM yang menggunakan bahan baku daging sapi. Berdasarkan penilaian investasi terhadap perencanaan usaha tersebut, menunjukkan bahwa investasi dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Berdasarkan Payback Period (PBP) pengembalian modal terjadi di 4,34 tahun. Selain itu, penilaian Net Present Value (NPV) menunjukkan nilai berada pada titik positif yaitu Rp1.198.358.212. Hasil positif juga ditunjukkan oleh Internal Rate of Return (IRR) dengan nilai mencapai  20,24%. Nilai tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan MARR yang ditetapkan yaitu 11,23%. Penilaian tersebut menunjukkan pendirian usaha tersebut  secara finansial dapat dinyatakan layak.

Kata kunci— aspek pasar, aspek teknis, aspek finansial, payback period, net present value, internal rate of return.

References

D. H. Sobana, Studi Kelayakan Bisnis, 1st ed. Bandung: CV Pustaka Setia, 2018. doi: 10.1145/2505515.2507827.

I. M. Adnyana, Studi Kelayakan Bisnis, 1st ed., no. September 2018. Jakarta Selatan: Lembaga Penerbitan Universitas Nasional, 2020.

Kasmir and Jakfar, Studi Kelayakan Bisnis, 9th ed. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013. [Online]. Available: https://play.google.com/books/reader?id=oQRBDwAAQBAJ&pg=GBS.PR3

E. F. Brigham and J. F. Houston, Fundamental of Financial Management, 12th ed. South-Western Cengage Learning, 2009.

U. Götze, D. Northcott, and P. Schuster, Investment Appraisal Methods and Models, 2nd ed. Springer, 2015.

Dita Novia Hidayat, Fahra Nurarsyifah, Intan Nur Zakiah, Mirah Sekar Arum, and Ujang Suherman, “Teori Pengambilan Keputusan Pada UMKM Nyidam Duren Kertabumi,” J. Bisnis, Ekon. Syariah, dan Pajak, vol. 2, no. 1, pp. 68–80, 2024, doi: 10.61132/jbep.v2i1.753.

A. Rahmadina, L. Supriono, and R. Gusta, “Analisis Sensitivitas pada Investasi Pembangunan Guest House,” vol. 4, no. 1, pp. 1–5, 2025.

S. S. Wardiningsih, “Analisis Risiko Dalam Keputusan Investasi,” J. Ekon. dan Kewirausahaan, vol. 12, no. 1, pp. 94–104, 2012, [Online]. Available: https://media.neliti.com/media/publications/23395-ID-analisis-risiko-dalam-keputusan-investasi.pdf

Published

2026-07-01

Issue

Section

Prodi S1 Teknik Industri